Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komplotan Oknum Polisi dan TNI Diduga Rekayasa Penggerebekan Narkoba, Palak Pengusaha

Saat asyik bercengkrama bersama teman-temannya, mendadak pintu ruko Budianto  digedor-gedor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Komplotan Oknum Polisi dan TNI Diduga Rekayasa Penggerebekan Narkoba, Palak Pengusaha
Beres/TribunBatam
RUMAH KORBAN - Rumah Budianto, korban dugaan pemerasan di Batam (biru) sekaligus TKP pemerasan yang dilakukan oleh oknum TNI dan Polri, tertutup rapat. Foto diambil Selasa (4/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Komplotan oknum polisi dan TNI di Batam diduga peras pengusaha dengan modus penggerebekan narkoba
  • Budianto pengusaha korban dugaan pemerasan oleh oknum TNI-Polri melaporkan kejadian itu
  • Rumah Budiarto digerebek komplotan oknum TNI dan polisi saat istrinya hamil tua

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kamis (16/10/2025) malam, Budianto Jawari bersama 6 temannya sedang asyik bermain billiar di rumah tokonya.

Rumah toko atau ruko Budianto terletak di Komplek Pertokoan Bunga Raya, Botania 1, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Saat asyik bercengkrama bersama teman-temannya, mendadak pintu ruko Budianto  digedor-gedor.

Dari balik pintu muncul sekelompok orang, antara 7 dan 8 orang memasuki rukonya.

Mereka mengaku sebagai anggota dari BNN (Badan Narkotika Nasional).

"Mereka bilang dari BNN. Bilang ada penggerebekan narkoba. Tapi saya tidak tahu apa-apa.

Rekomendasi Untuk Anda

Saya hanya bermain billiard dengan teman-teman," ujarnya.

Budianto Jawari panik didatangi, apalagi para oknum aparat ini membawa senjata.

Ia juga sempat ditodong senjata.

"Saya masih trauma sampai sekarang," katanya.

Budianto Jawari melanjutkan, para oknum ini juga sempat naik ke lantai dua ruko sekaligus menjadi tempat tinggalnya itu.

Di atas lantai dua sang istri yang tengah hamil tua 8 bulan sedang istirahat.

Budianto Jawari sampai memohon-mohon agar istrinya tidak diganggu.

Ia takut kejadian tersebut membuat istrinya syok dan ikut trauma.

"Saya mohon-mohon. Saya bilang, 'Jangan ke atas, istri saya hamil tua, 8 bulan. Tolong jangan ganggu dia.'

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas