Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala BGN Buka Peluang Bentuk SPPG untuk Program MBG di Wilayah Adat Baduy

Keberadaan SPPG tidak hanya difokuskan pada wilayah dengan fasilitas pendidikan formal, tetapi juga di daerah yang memiliki kelompok rentan gizi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Kepala BGN Buka Peluang Bentuk SPPG untuk Program MBG di Wilayah Adat Baduy
dok. tribratanews.rembang.jateng.polri.go.id
DAPUR SPPG - Petugas SPPG Polres Temanggung menyiapkan makanan bergizi sesuai standar Badan Gizi Nasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, membuka peluang pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bagi masyarakat adat Baduy dalam rangka memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 
Ringkasan Berita:
  • BGN membuka peluang pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bagi masyarakat adat Baduy dalam
  • BGN memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis
  • Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjamin akses gizi seimbang bagi seluruh warga negara

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, membuka peluang pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bagi masyarakat adat Baduy dalam rangka memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baduy adalah salah satu suku adat Sunda yang tinggal di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dan dikenal karena kehidupan sederhana serta keterikatannya dengan tradisi leluhur.

Baca juga: TNI AD: Pengelolaan Peternakan Ayam atau Lahan Pangan untuk MBG Masih Dikaji

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjamin akses gizi seimbang bagi seluruh warga negara, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

“Pokoknya seluruh warga negara Indonesia yang sulit dicapai oleh daerah lainnya lebih dari 30 menit, kita kategorikan sebagai satuan layanan pemenuhan gizi terpencil,” kata Dadan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Dadan menegaskan, keberadaan SPPG tidak hanya difokuskan pada wilayah dengan fasilitas pendidikan formal, tetapi juga di daerah yang memiliki kelompok rentan gizi, misalnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Baca juga: Ditemani Titiek Soeharto, Kapolri Datangi SPPG MBG di Karanganyar, Diklaim Zero Accident

“Di situ ada anak sekolah, tidak ada anak sekolah, selama ada ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, kita akan dirikan satuan pelayanan pemenuhan gizi di wilayah terpencil,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait menu MBG, Dadan menjelaskan prinsip dasar program Makan Bergizi Gratis adalah memanfaatkan potensi sumber daya lokal serta memperhatikan preferensi masyarakat setempat.

Selain itu, setiap satuan pelayanan nantinya akan diperkuat oleh tenaga ahli gizi.

“Prinsip dasar dari program makan bergizi gratis memanfaatkan potensi sumber daya lokal, dan kesukaan masyarakat lokal. Sebab itu di setiap SPGG kita tempatkan ahli gizi yang sekarang mulai langka,” pungkasnya.

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas