Meta PHK 8.000 Pekerja dan Batalkan 6.000 Rekrutmen Baru
Meta memangkas 8.000 pekerja global dan membatalkan 6.000 rekrutmen baru demi mempercepat investasi AI.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Meta mulai melakukan PHK massal terhadap sekitar 8.000 pekerja atau 10 persen tenaga kerja global perusahaan di tengah fokus besar pada pengembangan kecerdasan buatan (AI).
- Perusahaan juga membatalkan 6.000 perekrutan baru dan memindahkan 7.000 karyawan ke divisi AI.
- Langkah agresif ini memicu penurunan moral internal di tengah kekhawatiran AI akan menggantikan banyak pekerjaan manusia.
TRIBUNNEWS.COM - Meta resmi memulai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) global yang berdampak pada sekitar 8.000 karyawan di berbagai negara.
Dilansir Al Jazeera, Kamis (21/5/2026), jumlah tersebut setara dengan sekitar 10 persen tenaga kerja global perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu.
PHK dimulai pada Rabu (20/5/2026) dalam tiga gelombang berbeda, dimulai pukul 04.00 waktu setempat bagi karyawan yang terdampak.
Reuters melaporkan, pemberitahuan pertama kali dikirim kepada staf Meta di kawasan Asia sebelum menyebar ke Amerika Serikat dan Eropa.
Selain memangkas ribuan pekerja, Meta juga membatalkan rencana perekrutan 6.000 pegawai baru.
Perusahaan turut memindahkan sekitar 7.000 pekerja lain ke tim yang fokus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Tim Integritas dan Keamanan Ikut Terdampak
Dikutip dari Business Insider, pekerja yang terdampak PHK berasal dari sejumlah divisi penting perusahaan.
Baca juga: WhatsApp Hadirkan Incognito Chat dengan Meta AI, Percakapan Diklaim Privat
Di antaranya tim integritas yang bertugas menghapus ujaran kebencian dan konten berbahaya, divisi keamanan siber, hingga tim desain konten.
Meta menyatakan pekerja di Amerika Serikat akan menerima pesangon selama 16 minggu ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun masa kerja.
“Ini adalah masa paling dinamis yang pernah saya lihat di industri kita,” kata CEO Meta Mark Zuckerberg dalam memo internal perusahaan.
“Kami sedang mentransformasi perusahaan kami untuk memastikan bahwa perusahaan ini akan selalu menjadi tempat terbaik bagi orang-orang berbakat untuk memberikan dampak terbesar,” lanjutnya.
Fokus Besar pada Investasi AI
Bloomberg melaporkan, Meta kini memprioritaskan pengembangan AI demi bersaing dengan perusahaan teknologi lain seperti Google dan OpenAI.
Belanja modal Meta untuk AI diperkirakan mencapai 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS sepanjang 2026.
Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding beberapa tahun sebelumnya.