Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tribunners / Citizen Journalism

Gejolak Dunia Mengubah Harga Pertamax, Tapi Jangan Ganggu BBM Subsidi untuk Rakyat

Harga Pertamax naik Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000, dipicu krisis energi dunia dan tekanan geopolitik global.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Gejolak Dunia Mengubah Harga Pertamax, Tapi Jangan Ganggu BBM Subsidi untuk Rakyat
Dok Pribadi
Profile Tribunners: Wayan Ardi Adnyana - Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) 

profile tribunners
PROFIL PENULIS
Wayan Ardi Adnyana
Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI)

HARGA bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Green naik mulai Rabu (10/06).

Harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. 

Pertamina Patra Niaga mengumumkan pada Selasa (09/06) malam, harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter. 

Adapun Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Dua jenis BBM ini masuk kategori nonsubsidi, alias pemerintah tidak memberi bantuan dana dari APBN guna memotong harga jual produk ini.

BBM non subsidi adalah bahan bakar minyak yang dijual tanpa bantuan dana dari pemerintah (APBN), sehingga harganya mengikuti mekanisme pasar dan biasanya lebih mahal dibanding BBM subsidi.

Rekomendasi Untuk Anda

Contohnya Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Sedangkan, BBM subsidi adalah bahan bakar minyak yang harganya mendapat bantuan dana dari pemerintah melalui APBN, sehingga dijual lebih murah dan hanya diperuntukkan bagi konsumen tertentu sesuai aturan.

Jenis BBM subsidi di Indonesia saat ini adalah Pertalite (RON 90) dan Biosolar.

Penyesuaian harga BBM non subsidi merupakan dampak yang tidak dapat dilepaskan dari dinamika geopolitik global yang tengah berlangsung.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah dan gangguan terhadap jalur distribusi energi dunia telah memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah internasional yang kemudian berpengaruh pada berbagai negara, termasuk Indonesia.

Masyarakat perlu memahami bahwa kenaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax tidak semata-mata disebabkan oleh faktor domestik, melainkan merupakan konsekuensi dari kondisi pasar energi global yang sedang bergejolak.

Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa perlu menyikapi situasi ini secara bijaksana dan proporsional.

Dalam situasi geopolitik global yang tidak menentu, pemerintah dan Pertamina menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas energi nasional.

Masyarakat perlu melihat persoalan ini secara utuh dan tidak terjebak pada narasi yang menyederhanakan persoalan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas