Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IMIP Bekali Anak-anak di Morowali Belajar Bahasa Mandarin Gratis

IMIP buka kelas Mandarin gratis di Rumah Literasi Sidaya, bantu anak-anak Morowali siap hadapi peluang kerja di kawasan industri.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in IMIP Bekali Anak-anak di Morowali Belajar Bahasa Mandarin Gratis
Istimewa
RUMAH LITERASI SIDAYA - Rumah Literasi Sidaya di Desa Labota menjadi pusat belajar gratis bagi anak-anak Morowali, termasuk kelas bahasa Mandarin dan Inggris. 

Selain itu, rumah literasi di sana juga sesekali mengajarkan pelajaran seperti matematika, agama, atau bahkan membantu PR para siswa.

"Karena SDM di sana memang perlu ada penambahan untuk tingkat kualitas belajarnya," kata Dani.

Hingga kini, tercatat ada sekitar 150 murid aktif belajar di tiga rumah literasi tersebut.

Di sesi tertentu jumlahnya bisa lebih banyak, misalnya saat kelas inspiratif yang menghadirkan pengajar dari mitra perusahaan IMIP.

Di kelas inspiratif, pihak IMIP mengundang tenaga pengajar dari para mitra atau tenan perusahaan yang ada di IMIP. Mereka mengajarkan berbagai hal, contohnya seperti fotografi.

Ke depannya, Dani tidak menutup kemungkinan membuka rumah literasi yang baru. Dia bilang, IMIP bisa saja membuka di 5 hingga 6 titik lagi.

Untuk membuka lokasi baru rumah literasi, Dani menyebut pihaknya perlu menyeleksi terlebih dahulu lokasi-lokasiya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pertimbangannya seperti apakah rumah literasi tersebut dibutuhkan atau tidak oleh warga di situ.

Berdasarkan kabar yang ia dapat, respons masyarakat dari rumah literasi ini memang besar. Mereka yang sudah pernah belajar di situ, yang lokasi rumahnya jauh, menginginkan ada rumah literasi dibuka di daerahnya.

"Kabar dari masyarakat, 'Ayo nih bangun lagi nih di titik lain karena saya juga ingin ikut anak saya diikutkan ke sini, tapi lokasinya jauh.' Itu ada kemungkinan besar nanti akan kita tambah untuk lokasi rumah literasi itu sendiri," kata Dani.

Baca juga: IMIP Bangun Budaya Aman Lewat Edukasi K3 dan Audit Rutin di Kawasan Industri

Dari Murid Jadi Guru

Kisah menarik datang dari Nurul Padillah atau Dila, penanggung jawab Rumah Literasi Sidaya di Desa Labota.

Dila awalnya adalah murid di rumah literasi tersebut pada 2023. Dila, yang berasal dari Sulawesi Selatan, bercerita bahwa ia mendaftar menjadi murid di rumah literasi karena tertarik ingin belajar bahasa mandarin.

Ia mengaku ingin belajar bahasa Mandarin karena dari informasi yang ia dapat, mempelajari bahasa itu di Morowali bisa memudahkan dalam pencarian kerja.

"Di Morowali ini katanya bahasa China itu berpotensi, memudahkan kita untuk mencari pekerjaan," kata wanita berusia 20 tahun itu.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas