Anggota DPD Jakarta: Muhammadiyah Mitra Strategis Negara, Selamat Milad
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris saat menyampaikan apresiasi ke Persyarikatan Muhammadiyah yang memperingati Milad ke-113.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Wahyu Aji
Anggota Muhammadiyah terdiri dari berbagai latar belakang profesi, etnis, sosial, dan budaya.
Mengutip dari muhammadiyah.or.id, Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta.
Muhammadiyah berdiri sejak tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912.
Muhammadiyah didirikan oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan.
KHA Dahlan adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang.
Ia melihat keadaan umat Islam pada waktu itu yang sedang dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist.
Maka beliau memberikan pengertian keagamaan di rumahnya di tengah kesibukannya sebagai Khatib dan para pedagang.
Awalnya ajaran ini ditolak, namun berkat ketekunan dan kesabarannya, akhirnya mendapat sambutan dari keluarga dan teman dekatnya.
Namun profesinya sebagai pedagang sangat mendukung ajakan beliau, sehingga dalam waktu singkat ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau Jawa.
Kemudian untuk mengorganisir kegiatan tersebut maka ia mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah.
Persyarikatan Muhammadiyah hingga kini mampu bertumbuh dan berkembang diseluruh pelosok tanah air.
Hingga saat ini peringatan milad Muhammadiyah masih terus digelar setiap tahunnya di tanggal 18 November.
Tokoh Pendiri Muhammadiyah
KH. Ahmad Dahlan adalah tokoh penting di Muhammadiyah.
Ahmad Dahlan merupakan sosok pendiri Muhammadiyah.
Pendiri Muhammadiyah adalah seorang ulama yang berasal di kampung Kauman Yogyakarta.
Baca tanpa iklan