Tanggal 25 November 2025 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Guru Nasional dan 3 Peringatan Lainnya
Setiap tanggal 25 November terdapat berbagai peringatan penting yang memberi makna besar bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di dunia.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Sri Juliati
Hari Bermain Nasional Bersama Ayah lahir dari gagasan untuk menegaskan kembali pentingnya keterlibatan seorang ayah dalam perkembangan anak.
Gagasan ini mulai mendapatkan perhatian luas pada 2008, ketika sebuah gerakan berbasis keluarga bernama National Fathers Initiative mulai mengkampanyekan perlunya waktu berkualitas antara ayah dan anak di tengah rutinitas keluarga modern yang semakin padat, dikutip dari daysoftheyear.com.
Gerakan tersebut menyoroti bahwa aktivitas bermain bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana penting untuk membangun kelekatan emosional, merangsang kreativitas, dan memperkuat rasa percaya diri anak.
Dari sinilah muncul kebutuhan akan sebuah hari khusus yang dapat menjadi pengingat bagi para ayah untuk hadir secara utuh dalam kehidupan anak-anak mereka.
Satu dekade kemudian, pada 2018, Share Our Style Foundation memperluas kampanye ini dengan menetapkan National Play Day With Dad sebagai peringatan tahunan.
Mereka menekankan bahwa peran ayah tidak sekadar sebagai pencari nafkah, tetapi juga figur sentral dalam pembentukan karakter dan kebahagiaan anak.
Hari ini kemudian dirayakan setiap 25 November, dengan tujuan mendorong para ayah untuk meluangkan waktu, melepaskan sejenak beban pekerjaan, dan benar-benar menikmati momen bersama anak, baik melalui olahraga, permainan kreatif, aktivitas outdoor, maupun kegiatan sederhana di rumah.
3. Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan (International Day for the Elimination of Violence against Women)
Isu kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang paling sering terjadi di berbagai negara, dan sampai kini masih mencerminkan ketimpangan gender yang mengakar.
Upaya global untuk menyoroti masalah ini mulai menguat pada awal 1980-an.
Pada 1981, jaringan aktivis perempuan di Amerika Latin dan Karibia yang berkumpul dalam pertemuan Feminist Encuentro di Bogotá, Kolombia, menetapkan 25 November sebagai hari kampanye melawan kekerasan berbasis gender.
Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang keberanian tiga saudari Mirabal—Patria, Minerva, dan María Teresa—aktivis yang dibunuh pada 1960 di Republik Dominika oleh rezim diktator Rafael Trujillo.
Kejadian tersebut kemudian menjadi simbol ketidakadilan dan perjuangan perempuan terhadap penindasan.
Dorongan internasional semakin kuat ketika Majelis Umum PBB pada 1993 mengesahkan Declaration on the Elimination of Violence against Women, yang menjadi payung hukum penting untuk menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak bisa lagi dianggap sebagai urusan privat, melainkan masalah publik dan global.
Selanjutnya, dalam Konferensi Perempuan Sedunia ke-4 di Beijing pada 1995, para aktivis kembali mengusulkan agar 25 November diakui secara resmi oleh dunia internasional.
Akhirnya, pada Desember 1999, PBB secara resmi menyatakan 25 November sebagai International Day for the Elimination of Violence against Women.
Baca tanpa iklan