Kerry Pasang Badan Untuk Riza Chalid, Bantah Ayahnya Terlibat Kasus Sewa Terminal BBM oleh Pertamina
Kerry Adrianto Riza membantah adanya keterlibatan ayahnya Riza Chalid dalam bisnis penyewaan terminal BBM miliknya oleh PT Pertamina (Persero).
Penulis:
Rahmat Fajar Nugraha
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Anak Riza Chalid mengaku bisnis penyewaan terminal BBM dengan Pertamina sebagai usaha mandiri
- Klaim terminal BBM miliknya bermanfaat bagi Pertamina
- Kerry bantah berbagai tudingan yang dialamatkan kepada dirinya dan keluarga
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza membantah adanya keterlibatan ayahnya Riza Chalid dalam bisnis penyewaan terminal BBM miliknya oleh PT Pertamina (Persero).
Kerry menekankan, penyewaan terminal tersebut merupakan hasil usahanya sendiri tanpa ada kaitan dengan Riza Chalid.
"Jadi kegiatan saya ini sewa-menyewa terminal BBM antara saya dengan Pertamina. Usaha ini adalah usaha saya sendiri dan tidak ada keterlibatan ayah saya," kata Kerry kepada awak media saat jeda persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Ia juga membantah tudingan yang menyebut kerja sama penyewaan terminal BBM tersebut merugikan keuangan negara.
Kerry menekankan, penyewaan terminal tersebut memberikan manfaat yang besar bagi Pertamina dan negara.
Baca juga: Kejagung Ungkap Fakta Baru Skandal Petral, Jejak Riza Chalid Kian Menguat
"Usaha ini memberikan manfaat yang besar pada Pertamina, sebagaimana saksi dari Pertamina di persidangan yang menyatakan bahwa dengan menggunakan terminal saya, Pertamina mendapatkan efisiensi sampai Rp 145 miliar per bulan," imbuhnya.
Kemudian ia menyinggung terminal BBM miliknya masih dipergunakan oleh Pertamina hingga saat ini.
Hal itu menunjukkan terminal miliknya masih bermanfaat bagi Pertamina.
Baca juga: 8 Tersangka Kasus Korupsi Minyak Mentah Dilimpahkan ke Penuntut Umum, Riza Chalid Masih Diburu Jaksa
"Sampai saat ini pun terminal saya masih digunakan oleh Pertamina," katanya.
Surat Terbuka Anak Riza Chalid
Dalam kesempatan tersebut Kerry menyampaikan surat terbuka.
Dalam surat itu, Kerry membantah berbagai tudingan yang dialamatkan kepada dirinya dan keluarga.
"Ayah saya bahkan dijadikan tersangka dituduh sebagai beneficial owner OTM. Padahal, nama tidak tercatat dan tidak pernah terlibat di perusahaan," kata Kerry dalam tulisannya
Kerry berharap surat itu dapat sampai ke Presiden Prabowo Subianto.
"Semoga apa yang saya tulis dalam surat ini terdengar oleh pemimpin negara kita. Saya tidak minta perlakuan istimewa atau pembebasan tanpa Proses. Saya hanya mohon proses hukum yg adil yang tidak didikte oleh fitnah dan opini atau kepentingan tersembunyi," kata Kerry.
"Biarkan keadilan berdiri diatas fakta, bukan gosip. Izinkan saya dan keluarga mendapatkan kembali hak kami sebagai WNI yang dilindungi hukum," ujarnya.
Baca tanpa iklan