Gibran Temui Prabowo di Istana Laporkan Hasil KTT G20 Afrika Selatan
Gibran Rakabuming melaporkan hasil KTT G20 Johannesburg, Afrika Selatan, kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Adi Suhendi
Awalnya Gibran menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di Cincin Api Pasifik.
Indonesia menghadapi lebih dari 3 ribu bencana setiap tahun.
"Mulai dari gempa bumi, banjir, hingga letusan gunung berapi," kata Gibran.
Karena itu, kata Wapres, bagi Indonesia ketahanan bukan hanya slogan, melainkan kenyataan dan keharusan yang harus dihadapi sehari-hari.
"Berangkat dari pengalaman-pengalaman ini, Indonesia mempromosikan konsep ketahanan berkelanjutan, sebuah kerangka kerja yang memungkinkan pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan berjalan selaras," katanya.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kata Gibran sekarang ini fokus pada ketahanan pangan.
Bagi Indonesia ketahanan pangan bukan hanya sekedar agenda ekonomi, melainkan juga kebutuhan mendasar.
Indonesia saat terus berupaya mewujudkan kemandirian pangan dan juga memberikan gizi yang baik bagi secara merata bagi masyarakat.
"Presiden Indonesia berfokus pada ketahanan pangan dan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis," katanya.
Pada sesi ketiga Wapres membahas soal kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Tema tersebut kata Gibran sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain AI, pada pidato terakhirnya di KTT G20 Afsel, ia juga akan membahas soal mineral kritis.
Pasalnya kata Wapres, mineral kritis sangat penting menuju transisi energi dan industri berteknologi tinggi.
Baca tanpa iklan