Isi Pantun yang Dibacakan Presiden dari Secarik Kertas pada Puncak Hari Guru Nasional 2025
Puncak Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (28/11/2025), diawali pantun yang dibacakan Presiden.
Penulis:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Pantun Presiden Prabowo "membuka" suasana Puncak Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Presiden awalnya hendak mengenalkan para menteri yang hadir di acara tersebut.
Namun, kemudian dia menanyakan kepada peserta yang hadir apakah perlu memanggil kembali menteri-menteri tersebut, lantaran sebelumnya sudah disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
"Sudah ya para menteri dikenalkan sekali, cukup ya? Sudah aja ya, kan efisiensi," kata Prabowo.
Kemudian, Prabowo memilih untuk melanjutkan sambutannya dengan membaca pantun yang telah disiapkan melalui secarik kertas untuk membuka puncak Hari Guru Nasional 2025.
“Pagi cerah langitnya pekat, ilmu ditanam menjadi manfaat, guru hebat Indonesia kuat, generasi muda maju bangsa kita bermartabat,” ucap Prabowo.
Tak berhenti di situ, Kepala Negara kembali melantunkan pantun kedua: “Jalan-jalan ke Pasar Baru, singgah sebentar membeli buku, saya ucapkan selamat hari guru, terima kasih semoga pendidikan Indonesia semakin maju.”
Pantun tersebut menjadi pembuka sambutan Presiden sebelum menyampaikan terima kasih atas undangan menghadiri peringatan Hari Guru Nasional.
"Saudara-saudara sekalian, terima kasih atas kehormatan saya diundang pada acara ini, yaitu puncak peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025," ujarnya.
Doakan korban bencana
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto mengajak para guru dan murid mendoakan korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Ajakan tersebut disampaikan Presiden dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, di Indonesia Arena, Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (28/11/2025).
"Ada saudara-saudara kita yang mengalami duka, musibah akibat bencana alam yang terjadi di beberapa tempat di Nusantara kita, ini yang terakhir Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, tentunya kita berdoa agar mereka senantiasa dilindungi oleh Yang Maha Kuasa," kata Presiden.
Pemerintah kata Presiden, terus berupaya dengan cepat untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.
Bantuan bahkan telah dikirimkan sejak hari pertama bencana terjadi.
Baca tanpa iklan