Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

UPDATE Banjir 3 Provinsi Sumatera, BNPB: Total 116 Orang Meninggal, 42 Hilang

BNPB ungkap 116 tewas, 42 hilang akibat banjir Sumatera. Ribuan mengungsi, akses lumpuh, publik menanti langkah cepat pemerintah pusat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Abdul Qodir
zoom-in UPDATE Banjir 3 Provinsi Sumatera, BNPB: Total 116 Orang Meninggal, 42 Hilang
/Andri Mardiansyah
BANJIR DAN LONGSOR - Tim penyelamat mengevakuasi jenazah korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia, 27 November 2025. Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara, Sri Wahyuni ??Pancasilawati, mengatakan kepada Xinhua melalui telepon pada Kamis bahwa 29 orang tewas setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. (Photo by Andri Mardiansyah/Xinhua) 

Ringkasan Berita:
  • 116 tewas, 42 hilang, ribuan mengungsi: banjir Sumatera jadi tragedi kemanusiaan besar.
  • Jembatan putus, akses jalan lumpuh, warga terisolasi menunggu bantuan darurat pemerintah.
  • BNPB kerahkan pesawat modifikasi cuaca, berharap hujan ekstrem tak kembali melanda.

TRIBUNNEWS.COM, TAPANULI UTARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Jumat (28/11/2025) sore, korban jiwa akibat banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera bertambah menjadi 116 orang meninggal dunia, sementara 42 orang masih dalam pencarian.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M menyampaikan update tersebut di Posko Taktis Tarutung, Tapanuli Utara.

“Data ini terus berkembang karena masih ada titik yang belum bisa ditembus dan masih dalam penanganan. Di lokasi-lokasi tersebut diduga terdapat korban jiwa,” ujar Suharyanto dalam siaran langsung jumpa pers di kanal YouTube resmi BNPB, Posko Taktis Penanganan Bencana, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025).

Data Korban dan Pengungsi

BNPB merinci korban meninggal di Sumatera Utara: Tapanuli Tengah 47 jiwa, Tapanuli Selatan 32 jiwa, Sibolga 17 jiwa, Tapanuli Utara 11 jiwa, Humbang Hasundutan 6 jiwa, Padangsidimpuan 1 jiwa, dan Pakpak Barat 2 jiwa.

Sementara Mandailing Natal dilaporkan tidak ada korban meninggal. 

Adapun total pengungsi mencapai 1.100 kepala keluarga.

Rekomendasi Untuk Anda

Di lokasi pengungsian, warga bertahan di tenda darurat dengan logistik terbatas. Sebagian menunggu giliran mendapatkan makanan dari dapur umum..

Sementara anak-anak berusaha tetap bermain di tengah kondisi darurat.

Fenomena Siklon Langka

BMKG menjelaskan bencana ini dipicu oleh Siklon Tropis Senyar dan Bibit Siklon 95B/Koto, fenomena cuaca langka yang jarang terjadi di Sumatera Utara.

Setelah tiga hari hujan lebat, kondisi cuaca kini mulai cerah.

BNPB bersama BMKG melakukan operasi modifikasi cuaca, yaitu intervensi teknologi dengan pesawat khusus untuk menaburkan bahan higroskopis ke awan.

Tujuannya mengalihkan hujan agar jatuh di laut, bukan di daratan yang sudah terdampak banjir. 

“Di masing-masing provinsi ada satu pesawat, dan kami siapkan cadangan untuk antisipasi penebalan awan,” jelas Suharyanto.

Selain BNPB, pemerintah daerah juga menegaskan kesiapan mereka.

Wakil Gubernur Sumatera Barat menyatakan status tanggap darurat telah ditetapkan hingga 8 Desember 2025.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas