Prabowo Akan Perbaiki Sektor Pendidikan Secara Besar-besaran, Kirim Layar Interaktif ke Sekolah
Presiden Prabowo Subianto bertekad untuk memperbaiki sektor pendidikan di Indonesia. Bahkan perbaikan akan dilakukan secara besar-besaran.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Indonesia harus mampu mengejar negara lain yang sangat cepat perkembangannya
- Gunaan teknologi dan digitalisasi untuk tingkatkan kualitas pendidikan di Indonesia
- 288 ribu sekolah akan terima layar interaktif pada Desember 2025
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertekad untuk memperbaiki sektor pendidikan di Indonesia. Bahkan perbaikan akan dilakukan secara besar-besaran.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (28/11/2025).
"Jadi pendidikan akan kita benahi, akan kita perbaiki secara secara besar-besaran secara besar-besaran kita negara besar," kata Prabowo.
Indonesia kata Presiden harus mampu mengejar negara lain yang sangat cepat perkembangannya.
Karena itu, pemerintah harus mengambil langkah berani dalam memperbaiki sektor pendidikan.
Baca juga: Mendikdasmen Lapor ke Prabowo: Tahun Depan Tunjangan Guru Diusahakan Ditransfer Tiap Bulan
Adapun langkah yang ia ambil sebagai Presiden dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan meningkatkan penggunaan teknologi dan digitalisasi.
"Pembelajaran digitalisasi pembelajaran kita menggunakan teknologi untuk melompat," katanya.
Kirim Layar Interaktif
Karena itu, Presiden mengatakan dirinya telah mengirimkan layar interaktif ke semua sekolah di Indonesia.
Per Kamis malam, layar interaktif yang telah dikirimkan ke sekolah yakni 200 ribu sampai 215 ribu layar.
Baca juga: Mendikdasmen Ajak Ribuan Guru Doakan Prabowo: Kata Ustaz, Doa Guru Dikabulkan
"Tapi insyaAllah akhir Desember atau awal Januari akan sampai ke seluruh 288 ribu sekolah di seluruh Indonesia," katanya.
Presiden mengatakan pengirim layar interaktif sekarang ini terkendala masalah cuaca dan kondisi geografis setiap daerah yang berbeda beda.
Dalam acara tersebut Presiden kemudian memutar video mengenai pengiriman layar interaktif ke sekolah sekolah yang berada di pelosok.
"Masalahnya adalah cuaca yang sangat menantang sehingga kemungkinan pengiriman ke daerah-daerah yang susah agak lambat sekali lagi saya mohon pengertian tetapi saya bangga bahwa kita berusaha sampai ke pelosok-pelosok bisa ada video clip gak ya pengiriman itu layar-layar ada tim buka itu sungai pengiriman," pungkasnya.
Ranking Pendidikan Indonesia
Berdasarkan laporan OECD Education at a Glance 2025 yang memotret tingkat pendidikan penduduk usia 25 - 64 tahun di berbagai negara, Indonesia berada di peringkat 44 dari 45 negara.
Peringkat tersebut hanya sedikit lebih tinggi dari Afrika Selatan.
Berdasarkan data penduduk Indonesia yang memiliki pendidikan di bawah SMA sebanyak 57,3 persen, SMA/Diploma 29,7 persen, dan perguruan tinggi 13,1 persen.
Artinya, hanya sekitar 13 persen penduduk Indonesia berusia 25-64 tahun yang menamatkan pendidikan tinggi.
Baca tanpa iklan