Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jelang Hari HAM Sedunia, Mahasiswa Diimbau Waspada Provokasi Kelompok Anarko

Kelompok anarko sering disebut dalam konteks aksi demonstrasi buruh dan mahasiswa yang berujung ricuh.N

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jelang Hari HAM Sedunia, Mahasiswa Diimbau Waspada Provokasi Kelompok Anarko
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
ANARKO - Para pelajar dan kelompok anarko yang diamankan polisi. Kalangan mahasiswa diimbau untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu, khususnya kelompok anarko dalam aksi memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh pada 10 Desember 2025 mendatang.  

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa diimbau tidak terprovokasi pihak tertentu, khususnya kelompok anarko, dalam aksi memperingati Hari HAM Sedunia 10 Desember 2025.
  • Imbauan ini berkaca dari demonstrasi ricuh akhir Agustus lalu, di mana kelompok anarko sering disebut sebagai pemicu kerusuhan.
  • Aparat keamanan menuding anarko kerap menunggangi isu dalam aksi buruh dan mahasiswa, termasuk demo menolak UU Cipta Kerja.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kalangan mahasiswa diimbau untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu, khususnya kelompok anarko dalam aksi memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh pada 10 Desember 2025 mendatang. 

Hal ini berkaca dari demonstrasi berujung ricuh akhir Agustus lalu.

Kelompok anarko sering disebut dalam konteks aksi demonstrasi buruh dan mahasiswa yang berujung ricuh.

Aparat keamanan kerap menuding “anarko” sebagai pihak yang memicu kerusuhan, misalnya dalam demo menolak UU Cipta Kerja.

"Ada indikasi terdapat pihak-pihak yang menunggangi isu tersebut untuk menciptakan situasi anarkis dan mendeskreditkan institusi Polri," kata Haidal, aktivis mahasiswa Bandung dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (30/11/2025).

Menurutnya harus diwaspadai penumpang gelap bila dilakukan aksi peringatan HAM Sedunia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Apalagi saat ini berembus kencang isu penolakan RUU KUHAP,” tambahnya.

Haidal menilai sejumlah tuntutan yang akan disuarakan beberapa kelompok berkaitan dengan dugaan tindakan represif aparat terhadap aktivis serta polemik RUU KUHAP yang telah disahkan DPR dan kini menjadi sorotan publik. 

Dia meyakini masyarakat termasuk mahasiwa kini semakin cerdas dalam membedakan isu murni dengan isu yang ditunggangi kepentingan tertentu.

“Saya yakin rakyat sudah cerdas, tidak mau dibodoh-bodohin kasus pelanggaran HAM sudah ditangani dengan baik dan diusut secara tuntas, transparan dan masyarakat bisa melakukan kritikan secara langsung,” jelasnya.

Aksi unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara. 

Dia meyakini Polri saat ini tetap menunjukkan pendekatan humanis dengan menjalankan SOP demi menjaga keamanan dan ketertiban aksi. 

“Justru ini membuktikan bahwa Polri berupaya memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan maksimal, aksi akan berubah menjadi anarkis manakala terdapat kelompok penyusup khususnya kelompok anarko yang berupaya provokasi terjadinya aksi anarkis,” ujarnya.

Aksi anarkis pada Agustus 2025 lalu di Kota Bandung diketahui terjadi akibat adanya kelompok penumpang gelap yang memicu provokasi.

“Kita harus mewaspadai adanya kelompok yang berupaya memprovokasi terjadinya aksi anarkis agar aksi yang kita lakukan berjalan dengan damai dan tuntutan dapat tersampaikan dengan santun dan bijak," pungkasnya.

Diketahui, setiap 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia atau Human Rights Day.

Tahun ini memasuki peringatan Hari HAM ke-76 tahun, sejak ditetapkannya Deklarasi Universal HAM (DUHAM) oleh Majelis Umum PBB pada 1948.

Hari HAM Sedunia ini kerap menjadi momentum kelompok-kelompok melakukan aksi demonstrasi menuntut pelbagai hal.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas