Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pemerintahan Lokal Lumpuh, DPR Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional 

Pemerintah pusat diminta segera menetapkan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera sebagai bencana nasional. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pemerintahan Lokal Lumpuh, DPR Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional 
Tribunnews.com/dok.
HANCUR - Rumah dan pagar rumah sekolah serta bangunan lainnya di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara porak-poranda pasca diterjang banjir. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah pusat diminta segera menetapkan bencana banjir dan tanah longsor di tiga provnsi di Sumatera sebagai bencana nasional. 
  • Kemendagri diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memulihkan sektor pelayanan publik.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mendesak pemerintah segera menetapkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera sebagai bencana nasional. 

Dia menilai saat ini Pemda di wilayah terdampak bencana lumpuh.

“Karena kalau kita berbicara sebagai bencana nasional, maka seluruh perangkat, baik pemerintahan dalam negeri, pemerintah daerah provinsi, pusat, itu harus turun tangan bahu-membahu,” ujar Dede kepada wartawan, Selasa (2/12/2025).

Korban meninggal dan hilang telah mencapai ratusan orang. Kerugian akibat kehilangan harta benda dan kerusakan infrastruktur sangatlah besar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dan yang paling perlu kita perhatikan adalah bahwa saat ini kondisi pemerintah daerah itu lumpuh. Hampir sebagian lumpuh. Dan kita membutuhkan segala penanganan dengan baik,” kata Dede. 

Pihaknya meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memulihkan sektor pelayanan publik.

Dede juga berharap daerah lain yang belum terdampak untuk membantu pemulihan dan penanganan bencana, terutama karena banyak fasilitas dasar seperti listrik dan internet yang mati.

“Padahal di sana saat ini kan rumah sakit, sekolah juga harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Dede.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 604 orang.

Penambahan jumlah korban jiwa tersebut diketahui berdasarkan data di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), Senin (1/12/2025), yang ter-update pada pukul 17.00 WIB.

"Jumlah korban tewas di Sumatera Utara 283 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa dan Aceh 156 jiwa," tertulis data di situs Pusatin BNPB, dikutip Senin.

Rinciannya, sebanyak 156 orang meninggal dunia, korban hilang 181 orang dan korban luka 1.800 di Aceh.

Baca juga: Jalan Nasional dan Komunikasi di Aceh Tamiang Berangsur Pulih, Warga Bisa Kirim Pesan WA

Kemudian, korban meninggal sebanyak 165 orang, korban hilang 114 orang, dan 112 orang terluka di Sumatera Barat. Sementara jumlah korban di Sumatera Utara mencapai 283 jiwa, 169 orang hilang, dan 613 orang terluka.

Data Pusdatin BNPB juga mengungkapkan setidaknya sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan. Data ini pun terus di-update secara berkala.

Jembatan rudak 271 unit hingga 282 fasilitas pendidikan rusak.

 

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas