Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
Live
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Sejarah dan Tema Hari Disabilitas Internasional 2025, Diperingati 3 Desember

Simak sejarah dan tema Hari disabilitas internasional 2025 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nurkhasanah
Editor: Nuryanti
zoom-in Sejarah dan Tema Hari Disabilitas Internasional 2025, Diperingati 3 Desember
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
HARI DISABILITAS INTERNASIONAL - Sejumlah penyandang disabilitas mencari informasi lowongan pekerjaan saat Job Fair Disabilitas 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Senin (3/11/2025). Simak sejarah dan tema Hari disabilitas internasional 2025 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. 
Memuat video…

Dikutip dari laman PBB, disabilitas adalah suatu kondisi atau fungsi yang dinilai terganggu secara signifikan dibandingkan dengan standar normal individu dalam kelompoknya. 

Istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada fungsi individu, termasuk gangguan fisik, gangguan sensorik, gangguan kognitif, gangguan intelektual, penyakit mental, dan berbagai jenis penyakit kronis. 

Penyandang disabilitas menjadi minoritas terbesar di dunia. 

Umumnya, mereka memiliki kesehatan yang lebih buruk, prestasi pendidikan yang lebih rendah, peluang ekonomi yang lebih sedikit, dan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan orang tanpa disabilitas. 

Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya layanan yang tersedia bagi penyandang disabilitas, seperti teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keadilan, atau transportasi dan berbagai hambatan lain dalam kehidupan sehari-hari.

Hambatan-hambatan tersebut dapat beragam bentuknya, termasuk yang berkaitan dengan lingkungan fisik, atau yang diakibatkan oleh undang-undang atau kebijakan, atau dari sikap masyarakat atau diskriminasi.

Orang-orang dengan disabilitas memiliki risiko kekerasan yang jauh lebih tinggi, berikut rinciannya:

  • Anak-anak penyandang disabilitas hampir empat kali lebih mungkin mengalami kekerasan daripada anak-anak tanpa disabilitas.
  • Orang dewasa dengan disabilitas memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar menjadi korban kekerasan dibandingkan mereka yang tidak memiliki disabilitas.
  • Orang dewasa dengan kondisi kesehatan mental memiliki risiko hampir empat kali lebih besar mengalami kekerasan.
Rekomendasi Untuk Anda

Faktor-faktor yang menempatkan orang-orang dengan disabilitas pada risiko kekerasan yang lebih tinggi meliputi stigma, diskriminasi, dan ketidaktahuan tentang disabilitas, serta kurangnya dukungan sosial bagi mereka yang merawat mereka.

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas