Banjir Sumatra Akibatkan 1.009 Sekolah Rusak Berat, DPR Desak Prioritaskan Fasilitas Belajar
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah memprioritaskan fasilitas belajar siswa yang terdampak banjir di wilayah Sumatra.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Endra Kurniawan
Lalu untuk Provinsi Sumut yaitu 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB.
Sementara untuk Provinsi Sumbar yaitu 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP, 20 SMA, 1 SMK, dan 8 SLB.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan mitigasi dan pemetaan, untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar bagi para murid di daerah yang terdampak banjir dapat tetap dapat berjalan.
"Kami sudah melakukan mitigasi dan melakukan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumatera Utara, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah," kata Abdul Mu’ti melalui keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).
Ia pun menjelaskan sebagai langkah tanggap darurat, Kemendikdasmen sudah mendirikan tenda-tenda darurat di beberapa tempat yang terdampak.
Serta mengalokasikan dana untuk tanggap darurat tahap pertama lebih dari Rp 4 miliar. Kemendikdasmen merespons kejadian ini dengan menggalang dana bantuan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan barang-barang yang dibutuhkan.
"Kami menunggu info datanya, jika sudah, ada maka bisa kami proses pengirimannya. Kami juga terus berkoordinasi dengan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” tuturnya.
Persediaan bantuan Kemendikdasmen dalam situasi darurat pemulihan. Pertama, tenda ruang kelas darurat yang terdiri atas 126 unit tenda ruang kelas darurat. Kedua, paket perlengkapan belajar siswa (School Kit) yang meliputi 10.200 paket school kit.
Ketiga adalah uang/pendanaan berupa Bantuan Peningkatan Mutu Pembelajaran senilai @ Rp25 juta/voucher, bantuan keuangan, dan Bantuan Operasional SPAB 20 Paket.
Keempat adalah dukungan psikososial yaitu 2 paket bantuan senilai Rp50juta/paket untuk mendukung layanan dukungan psikososial bagi warga sekolah di daerah terdampak.
Kelima adalah buku teks dan nonteks dengan rincian 20.000 eksemplar buku teks, 15.000 eksemplar buku non teks, dan 50.000 eksemplar buku teks dan non teks akan dilakukan pengadaan.
Keenam adalah program revitalisasi tahun 2026 yang diprioritaskan untuk daerah terdampak bencana.
Selain itu, Kemendikdasmen juga sedang mendata kebutuhan tenda darurat dan school kit, pembuatan grup Whatsapp per provinsi dan melibatkan mitra.
Serta menyiapkan dukungan psikososial paket uang untuk satuan pendidikan yang membutuhkan.
Kemudian rencana penggalangan bantuan donasi uang dari personal melalui QRIS yang sedang diproses dan pembuatan rekening bantuan maupun donasi yang dikumpulkan di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT).
(Tribunnews.com/Gilang P, Fahdi F)