Seskab Teddy: Pemerintah Telusuri Kerusakan Lingkungan Penyebab Banjir di Sumatra
Seskab RI Teddy Indra Wijaya menyebut, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) sedang menelusuri penyebab terjadinya bencana di Sumatra.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Endra Kurniawan
Pratikno mengatakan, seluruh lembaga telah diberi instruksi oleh Prabowo untuk ekstra responsif dan memastikan fokus dalam penyelamatan korban, distribusi bantuan, serta pemulihan berbagai fasilitas dan layanan vital.
"Artinya terus dilakukan penanganan nasional dengan mengerahkan sumber daya maksimal pemerintah pusat, dari seluruh kementerian dan lembaga, baik itu BNPB, termasuk juga luar biasa dari TNI dan Polri," jelasnya.
Pratikno juga menyampaikan permohonan maaf atas penanganan banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dinilai belum sepenuhnya optimal.
“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam upaya penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini masih terdapat kekurangan,” ujar Pratikno.
500 Ribu Ton Bantuan Sudah Dikirim
Saat ini, lebih dari 500.000 ton bantuan telah dikirimkan ke wilayah bencana, termasuk daerah yang terisolasi karena akses putus.
Pesawat angkut A400 dan lebih dari 50 helikopter dikerahkan untuk menjangkau wilayah sulit. Airdrop logistik juga dilakukan menggunakan pesawat TNI AU CN-295, A-2904, dan C-130J Super Hercules.
"Kita juga memperoleh laporan daerah yang aksesnya terputus seperti Aceh Tamiang, Langsa, dan per kemarin sudah berhasil dilakukan airdrop dengan pesawat angkut TNI AU, CN-295, A-2904, dan juga C-130 J Super Hercules. Didukung oleh pengiriman logistik melalui jalur laut dengan kapal TNI, kapal angkut TNI," ungkapnya.
Ia menjelaskan layanan publik juga dipulihkan secara bertahap. PLN menargetkan perbaikan jaringan tegangan tinggi selesai pada 5 Desember, sementara Telkom mengerahkan 2.498 personel untuk memperbaiki telekomunikasi.
Ia menegaskan pemerintah juga menelusuri dugaan kerusakan lingkungan yang diduga memperparah bencana.
“Satgas Penertiban Kawasan Hutan sudah turun tangan menelusuri dugaan gelondongan kayu yang banyak terbawa arus banjir,” pungkasnya.
(Tribunnews.com/Deni)