Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sama-sama Buron Interpol, Dewi Astutik dan Fredy Pratama Diduga Tak Terkait, BNN: Belum Ada Bukti

WNI lainnya, Fredy Pratama, masih menjadi buron Interpol. Fredy juga terkait jaringan narkoba internasional.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sama-sama Buron Interpol, Dewi Astutik dan Fredy Pratama Diduga Tak Terkait, BNN: Belum Ada Bukti
Istimewa/Dok. Interpol
GEMBONG NARKOBA - WNI asal Ponorogo, Jawa Timur, bernama Dewi Astutik, menjadi sorotan setelah BNN bersama Bea Cukai dan TNI AL berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat dua ton di perairan Kepulauan Riau, Kamis (22/5/2025). Dewi yang buron sejak 2024, disebut masih satu organisasi jaringan narkoba internasional dengan Fredy Pratama. Namun, setelah Dewi ditangkap pada Senin (1/12/2025), belum ada bukti keterkaitannya dengan Fredy. 

"Di situ juga banyak faksi-faksi yang berkuasa. Rezim yang ada tidak mengontrol semua wilayah. Ada wilayah-wilayah yang juga dikontrol oleh militer-militer dari negara bagian, seperti Shan State."

"Di Shan State itu juga ada (negara bagian lagi), punya milisi sendiri, dan sangat mungkin Fredy Pratama bersembunyi di situ," jelasnya.

Fredy merupakan buron kasus narkoba di empat negara, yaitu Indonesia, Royal Malaysia, Royal Thai Police, dan US Drug Enforcement Administration (US-DEA).

Kabarnya, Fredy mengontrol pasar gelap narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan sejak 2013.

Ia juga 'memasarkan' narkoba hingga ke Malaysia bagian timur.

Irjen Mukti Juharsa saat masih menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, mengatakan Fredy sulit terdeteksi lantaran dilindungi di Thailand.

Fredy diketahui merupakan menantu bos gembong narkoba di Thailand yang tergabung dengan jaringan internasional Golden Triangle.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya blak-blakan, mertuanya adalah bosnya kartel narkotika di Thailand, sangat sulit susah kita nangkapnya kalau kartel," ujar Mukti, Rabu (5/3/2025).

Kesulitan itu semakin bertambah sebab Fredy juga berkali-kali mengganti identitasnya.

Ia memiliki beberapa nama samaran, seperti The Secret, Casanova, Airbang, Mojopahit, Miming, Fredy Miming, dan Wang Xiang Ming.

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, mengatakan dari 1.556 kasus peredaran narkoba yang terungkap, hampir keseluruhan terkait dengan Fredy.

"Kami sampaikan untuk jaringan Fredy Pratama, ini adalah jaringan besar internasional cukup luas maka dari beberapa ungkapan yang kita lakukan, setelah kita pelajari kita analisa, maka itu masih ada kaitannya," jelasnya.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Reynas Abdila, TribunnewsDepok.com/Ramadhan LQ)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas