Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Kehutanan Beberkan 3 Faktor Utama Penyebab Banjir di Sumatera

Raja Juli mengungkap faktor yang menjadi penyebab banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Menteri Kehutanan Beberkan 3 Faktor Utama Penyebab Banjir di Sumatera
(Ho/Campus League)
MENHUT BANJIR SUMATERA - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkap faktor yang menjadi penyebab banjir bandang hingga longsor di Sumatera
  • Beberapa faktor diantaranya yang menjadi penyebab adalah siklon tropis senyar yang membuat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.
  • Faktor deforestasi Indonesia hingga September menurun sebesar 49.700 hektare, dibandingkan tahun 2024, juga ikut jadi andil

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengungkap faktor yang menjadi penyebab banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Hal ini ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

"Bencana banjir bandang dan longsor khususnya di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumut, dan Sumbar terjadi karena kombinasi beberapa faktor yang saling terkait dan mengait," kata Raja Juli. 

Raja Juli menyebut beberapa faktor diantaranya yang menjadi penyebab yakni:

Pertama, siklon tropis senyar yang membuat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.

"Adanya siklon tropis senyar yang membuat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan kerusakan pada daerah tangkapan air.

"Namun juga ada karena bentuk geomorfologi DAS, serta tentu karena ada kerusakan pada daerah tangkapan air atau DTA," ujarnya.

Ketiga, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menyinggung soal kondisi deforestasi hutan  atau hilangnya tutupan hutan secara permanen atau berkurangnya luas hutan akibat penebangan pohon, baik yang disengaja maupun tidak.

Menurut dia pada 2025, deforestasi Indonesia hingga September menurun sebesar 49.700 hektare, dibandingkan tahun 2024. 

Jika dipersentasekan, menurun 23,01 persen.

Penurunan deforestasi tersebut juga teridentifikasi pada tiga provinsi terdampak banjir. 

"Di Aceh menurun sebesar 10,04 persen. Di Sumut menurun sampai 13,98 persen, dan di Sumbar turun 14 persen jika dibandingkan dengan 2024," ungkap Raja Juli. 

Deforestasi di Aceh pada tahun 2025 seluas 10.100 hektare.

Sementara, deforestasi pada tahun 2024 seluas 11.228 hektare.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas