5 Kritik dan Sindiran yang Dihunjamkan ke Menhut Raja Juli di Tengah Banjir Sumatra
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendapat banyak kritik di tengah bencana banjir besar di Pulau Sumatra.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta Juli Antoni membuka data tentang keberadaan tambang ilegal yang diduga menghancurkan hutan sehingga menyebabkan banjir bandang di Sumatra.
"Ini kan yang disampaikan ini baru cuma soal pembabatan hutan, pembalakan liar, secuil banget. Bapak tidak paparkan data tambang ilegal yang menghancurkan hutan semikian parahnya," kata Alex Indra dalam rapat Komisi IV DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025), dikutip dari Warta Kota Live.
“Ayo dong, buka. Itu kan di sepanjang aliran sungai itu semuanya juga tambang ilegal. Nggak bakal punya izin, kok. Dan itu kawasan hutan,” ujarnya.
Lalu, dia menyindir dana rehabilitasi setelah status tanggap darurat yang hanya Rp62.500 per hektare.
"Dengan dana Rp62.500 per hektare, apa yang mau direhabilitasi, Pak?"
“Hutan ini juga harus direhabilitasi. Jangan sampai infrastruktur yang rusak direhabilitasi direkonstruksi tetapi hulu bencana ini tidak diselesaikan,” ujarnya,
Kementerian yang dipimpin Raja Juli dituntut untuk serius guna memitigasi bencana agar banjir dan longsor di Sumatra tidak terjadi lagi.
(Tribunnews/Febri/Rizkianingtyas/Yohanes)