Ada Apa dengan Para Menteri Prabowo?
Cak Imin ini tiba-tiba meminta tiga menteri Prabowo melakukan taubat nasuha imbas bencana banjir banjir di Sumatera.
Penulis:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Menko PM Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tiba-tiba meminta tiga menteri Prabowo melakukan taubat nasuha
- Pernyataan Cak Imin keluar terkait imbas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa tiga provinsi di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat).
- Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Alien Mus, menilai pernyataan Cak Imin tidak etis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Celotehan itu pertama kali datangnya dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Cak Imin ini tiba-tiba meminta tiga menteri Prabowo melakukan taubat nasuha imbas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa tiga provinsi di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat).
Ketiga menteri yang dimaksud adalah :
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Ketua Umum Partai Golkar).
- Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol (Ketua DPP Partai Amanat Nasional/PAN).
- Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (Sekjen Partai Solidaritas Indonesi/PSI).
Cak Imin pun menyurati ketiga menteri yang berbeda latar belakang partainya tersebut.
"Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah," ujar Cak Imin, Senin (1/12/2025).
"Bahasa NU-nya taubatan nasuha," sambung Cak Imin.
Cak Imin menjelaskan soal taubat nasuha dimaksud adalah mengevaluasi total seluruh kebijakan berkaitan dengan lingkungan hidup, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
"Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri," ucap Cak Imin.
Bahlil dibela anak buahnya di Golkar
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Alien Mus, menilai pernyataan Cak Imin tidak etis.
"Tidak perlu (menteri) saling menyalahkan, apalagi antarlembaga kementerian. Pernyataan tersebut kesannya menghakimi dan saling menyalahkan. Kalau salah kita semua salah, kita semua harus bertaubat," kata Alien kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).
Saat ini, kata dia, bukan waktu untuk saling melempar tudingan, melainkan memperkuat kerja bersama membantu masyarakat yang terdampak.
"Ya, ini pernyataan sangat tidak etis dikeluarkan oleh Cak Imin, tidak tepat dalam kondisi bencana, di mana masyarakat berada dalam duka dan kesulitan, dan mebutuhkan penanganan cepat dari kita semua terutama pemerintah," ungkapnya.
Bahlil Lahadalia : Cak Imin Juga Taubat Nasuha lah
Bahlil juga mengajak Cak Imin taubat nasuha dan ikut introspeksi.
Bahlil menyebut bahwa fokusnya saat ini adalah menjalankan perintah dari Presiden dan menangani penanganan bencana, bukan saling menyalahkan antar menteri.
Baca tanpa iklan