Gelar Rapat Terbatas Bencana di Aceh, Prabowo Sebut Banyak Bendungan yang Jebol
Dalam ratas tersebut Presiden menceritakan mengenai hasil peninjauannya ke lokasi bencana di Bireun, Aceh.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto memimpin Ratas di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda.
- Presiden menyampaikan bahwa banyak menerima laporan mengenai adanya sawah yang rusak akibat banjir dan longsor beberapa waktu lalu.
- Prabowo memerintahkan kepada jajarannya agar memperbaiki bendungan dan rumah yang rusak.
TRIBUNNEWS.COM, ACEH- Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (Ratas) di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025).
Dalam ratas tersebut Presiden menceritakan mengenai hasil peninjauannya ke lokasi bencana di Bireun, Aceh.
Di lokasi tersebut, kata Presiden Kementerian PU dan TNI sedang bekerja keras merehabilitasi jembatan.
Baca juga: Alasan Prabowo Dua Kali Kunjungi Aceh Usai Bencana Sumatra
"Diharapkan dalam 1 minggu ini sudah bisa beroperasi sehingga jembatan-jembatan selanjutnya bisa sudah mulai dibuka," kata Prabowo.
Dalam rapat, Presiden juga menyampaikan bahwa banyak menerima laporan mengenai adanya sawah yang rusak akibat banjir dan longsor beberapa waktu lalu.
"Kemudian saya dapat laporan kondisi memang cukup memprihatinkan ya, sawah juga banyak yang rusak, Menteri Pertanian ada di sini? Tidak ada ya? Itu dicatat aja," katanya.
Selain itu kata Presiden, laporan yang masuk juga terkait banyaknya bendungan dan rumah yang rusak. Prabowo memerintahkan kepada jajarannya agar melakukan perbaikan.
"Kemudian bendungan-bendungan cukup banyak yang jebol, yang besar-besar maupun yang kecil-kecil, irigasi sangat penting. Kemudian gubernur dan para bupati melaporkan cukup banyak perumahan yang harus kita bantu untuk dibangun kembali," pungkasnya.
Dua Kali Kunjungi Aceh
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan mengapa Presiden Prabowo Subianto kembali mengunjungi Aceh setelah kunjungan perdananya pada, Senin 1 Januari, usai bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.
Menurut Prasetyo dampak bencana alam hidrometrologi basah di Aceh cukup besar.
Baca juga: Prabowo Gelar Rapat Darurat di Posko Banjir Aceh, Menteri Lengkap Hadir
"Kenapa beliau berkunjung ke Aceh, tadi ke Bireun, atau menggelar rapat di Aceh karena yang pertama, Aceh salah satu provinsi yang kabupaten terdampaknya termasuk yang paling besar," kata Prasetyo di Posko Terpadu Penanganan Bencana Aceh, Minggu, (7/12/2025).
Selain itu kata Prasetyo 10 hari Pasca bencana, kondisi di Aceh masih banyak yang belum pulih. Misalnya masalah Pasokan listrik dimana ada 4 Kabupaten yang belum menyala.
"Setidaknya misalnya dari sisi ketersediaan listrik, masih ada empat kabupaten di Aceh, Aceh Tengah, kemudian di Bener Meriah, di Gayo Lues, itu yang belum menyala," katanya.
Pemerintah kata Prasetyo terus berupaya mempercepat pemulihan bencana di Aceh. Diantaranya dengan memetakan titik lokasi yang sangat memerlukan bantuan.
"Laporan dari Dirut PLN Insya Allah per sore malam ini di empat kabupaten tersebut listrik sudah bisa kembali normal. Tentunya kita akan percepat, kita akan konsentrasi di beberapa titik-titik yang memang sangat memerlukan bantuan segera," pungkasnya.