60 Perguruan Tinggi di Sumatera Terdampak Banjir, Pemulihan Mulai Januari 2026
Sebanyak 60 perguruan tinggi yang terdampak banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memaparkan sebanyak 60 perguruan tinggi yang terdampak banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Fauzan menjelaskan dari total 60 perguruan tinggi terdampak, Aceh menjadi daerah dengan jumlah terbanyak yakni 31 perguruan tinggi yang terdiri dari empat perguruan tinggi negeri dan 27 perguruan tinggi swasta.
Sumatera Utara mencatat 14 perguruan tinggi terdampak.
Sementara Sumatera Barat mencatat 15 perguruan tinggi.
“Tahap pemulihan durasinya mulai Januari 2026, fokus berada pada program rehabilitasi jangka menengah, pemulihan ekonomi berkelanjutan, rekonstruksi sanitasi dan edukasi mitigasi bencana untuk membangun ketahanan jangka panjang, termasuk juga perbaikan infrastruktur seperti jembatan,” kata Fauzan.
Sementara itu, tahap penanggulangan darurat berlangsung hingga 31 Desember 2025.
Fauzan menyebut tahap ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan paling mendesak seperti distribusi logistik, pelayanan kesehatan darurat, dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk penyelamatan jiwa, serta pemulihan awal.
Pada rapat tersebut, Fauzan juga memaparkan bahwa Kemendiktisaintek menyiapkan anggaran bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana.
“Kami juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana alam dengan total anggaran Rp 75.966.474.452,” ungkapnya.
Data kementerian mencatat terdapat 18.824 mahasiswa dan 1.306 dosen yang terdampak bencana, dengan persebaran terbanyak di Aceh.
Dampak banjir Sumatera
Tiga provinsi di Sumatera dilanda banjir bandang dan longsor setelah hujan deras mengguyur selama enam hari penuh pada akhir November hingga awal Desember 2025.
Baca tanpa iklan