Disindir Prabowo, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Diperiksa Inspektorat Hari Ini usai Umrah Tanpa Izin
Mirwan MS sudah diperiksa oleh Itjen Kemendagri terkait tindakannya melakukan umrah saat bencana dan dilakukan saat bencana banjir tengah terjadi.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, diperiksa Itjen Kemendagri pada hari ini setelah melakukan ibadah umrah saat warganya tengah menghadapi bencana banjir bandang dan longsor.
- Wamendagri, Bima Arya, menyebut pihaknya tidak hanya akan memeriksa Mirwan saja tetapi juga pejabat di Pemkab Aceh Selatan.
- Pemeriksaan demi mengetahui pihak yang turut ikut Mirwan ke Tanah Suci hingga terkait pembiayaannya.
- Sosok Mirwan pun kini turut disorot Presiden Prabowo buntut tindakannya tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang dikritik setelah melakukan ibadah umrah saat bencana banjir dan longsor melanda wilayahnya, kini berujung diperiksa Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri pada Senin (8/12/2025).
Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya usai rapat bersama dengan Komisi II DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Dia mengungkapkan pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap Mirwan tetapi juga jajaran pejabat di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan.
"Hari ini informasinya Bupati Aceh Selatan sedang menjalani pemeriksaan oleh Tim Inspektorat kami."
"Jadi pemeriksaan juga pasti tidak hanya kepada Bupati Aceh Selatan, tapi aparatur dan semua yang terkait keberangkatan akan dilakukan pemeriksaan. Mungkin memerlukan beberapa hari waktu, beberapa hari ke depan," katanya dikutip dari YouTube Kompas TV.
Bima menjelaskan Inspektorat bakal menyelidiki soal kepergian Mirwan tersebut dari terkait pembiayaan hingga pihak-pihak yang ikut dengannya menunaikan ibadah umrah.
Baca juga: Nasib Bupati Aceh Selatan Mirwan MS di Ujung Tanduk, Prabowo Sindir Keras: Copot, Bisa Ya Diproses?
Salah satu pejabat selain Mirwan yang turut diperiksa yakni Plt Sekda Pemkab Aceh Selatan, Diva Samudra Putra.
"Nah sekarang kan juga begitu, ini apakah betul itu ibadah umrah, dengan siapa, pembiayaan dari mana itu penting ya," kata Bima.
Terkait sanksi yang diberikan, Bima menyebut ketentuannya diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Dari aturan tersebut, ada tingkatan sanksi yang akan diberikan dari sanksi teguran, tertulis, hingga pemberhentian sebagai kepala daerah.
"Bahkan mungkin inspektorat bisa merekomendasikan untuk pemberhentian tetap yang kemudian disampaikan kepada Mahkamah Agung begitu itu pintu-pintunya, jadi mari kita tunggu dulu hasil pemeriksaan terhadap Bupati Aceh Selatan," kata Bima.
Lebih lanjut, Bima menegaskan apa yang dilakukan Mirwan merupakan kesalahan fatal. Pasalnya, keberadaan dirinya begitu penting karena sebagai pemimpin beberapa instansi seperti forkopimda, Polres, serta Kodim.
Mirwan, sambung Bima, merupakan pemimpin yang diperlukan dalam mengambil keputusan di lapangan terkait penanganan bencana di daerahnya.
Disindir Prabowo saat Rapat Bareng Menteri Bahas Penanganan Bencana Sumatra
Tindakan Mirwan ini pun menjadi sorotan oleh Presiden Prabowo Subianto saat rapat bersama menteri, BNPB, Polri, dan TNI membahas penanganan bencana Sumatra pada Minggu (7/12/2025) kemarin.
Bahkan, Prabowo sampai enggan bertanya terkait sosok Mirwan meski dia sempat menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan dan berujung dicopot dari jabatannya tersebut.
Sindiran Prabowo kepada Mirwan berawal ketika dirinya berterima kasih kepada para kepala daerah yang terus menjalankan tugasnya dalam penanganan bencana.
Lalu, dia tiba-tiba menyindir Mirwan yang justru meninggalkan Aceh Selatan untuk menjalankan ibadah umrah.
Ketua Umum Partai Gerindra itu lantas memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, untuk mencopot Mirwan.
"Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan. Kalau mau lari, lari saja, enggak apa-apa. Copot ntar tuh. Mendagri bisa ya diproses?" ujar Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
"Bisa, Pak," jawab Tito.
"Bisa ya," kata Prabowo.
Prabowo menyebut tindakan yang dilakukan Mirwan disamakan dengan desersi yang merupakan istilah di dunia militer atau kepolisian.
Baca juga: Nasib Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan Umrah di Tengah Bencana, Dipecat Gerindra-Mendagri Turun Tangan
Desersi merupakan tindakan seorang prajurit atau personel kepolisian yang meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya secara sengaja tanpa izin resmi dari atasan dan memang berniat untuk tidak kembali lagi ke kesatuan.
"Itu kalau tentara desersi itu. Dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah, waduh itu enggak bisa tuh. Tidak ada izin," ujar Prabowo.
Setelahnya, Prabowo tiba-tiba menyampaikan enggan bertanya Mirwan dari partai mana.
Padahal, Mirwan sebenarnya merupakan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Belakangan, Sekjen Gerindra Sugiono sudah mencopot Mirwan dari jabatannya.
"Saya enggak mau tanya partai mana itu," ucap Prabowo.
"Sudah saya pecat," timpal Sugiono.
"Heh? Sudah kau pecat," imbuh Prabowo.
Mirwan Sebut Umrah Jadi Nazar Pribadinya, tapi Tak Izin Gubernur dan Mendagri
Mirwan sempat menjelaskan soal alasannya melakukan ibadah umrah di saat wilayah yang dipimpinnya tengah dilanda bencana.
Dia menyebut niatnya untuk menunaikan ibadah umrah merupakan nazar pribadinya.
Mirwan mengatakan sebelum berangkat ke Tanah Suci, dia menyebut kondisi di Aceh Selatan sudah terkendali pasca banjir.
"Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando."
"Dari hasil koordinasi, situasi saat itu terkendali sehingga saya dapat menunaikan nazar saya untuk melaksanakan ibadah umrah," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025), dikutip dari Serambinews.com.
Baca juga: 5 Fakta Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Umrah saat Banjir: Berdalih Nazar, Kemendagri Kirim Irsus
Dia menyebut sudah kembali ke Tanah Air pada Sabtu (6/12/2025) kemarin dan mengaku akan langsung melakukan koordinasi lanjutan terkait penanganan bencana di Aceh Selatan.
"Saya akan segera kembali ke tanah air pada 6 Desember 2025, dan insyaAllah pada hari Minggu sudah tiba kembali di Aceh. Pemerintah daerah terus bekerja untuk memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan lancar," tutupnya.
Terpisah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan menyebut Mirwan tidak izin terlebih dahulu untuk ibadah umrah ke Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem dan Mendagri, Tito Karnavian.
“Bapak Mendagri sudah telepon langsung. Adapun yang bersangkutan mengaku tidak ada izin gubernur ataupun Mendagri untuk umrah dan akan pulang besok," katanya.
Sebagian artikel telah tayang di Serambinews.com dengan judul "Bupati Mirwan Akan Tiba Besok, Umrah untuk Tunaikan Nazar & Telah Pastikan Kondisi Banjir Terkendali"
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Serambinews.com/Ilhami Syahputra)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.