Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banjir Bandang Sumatra, Relawan COP Terjun Selamatkan Satwa: Korban Bencana Tak Hanya Manusia

Relawan Centre for Orangutan Protection (COP), Satria Wardhana menerangkan, yang menjadi korban bencana tidak hanya manusia, tetapi juga hewan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Banjir Bandang Sumatra, Relawan COP Terjun Selamatkan Satwa: Korban Bencana Tak Hanya Manusia
Tangkap layar YouTube KompasTV
SATWA TERDAMPAK BENCANA - Dalam foto: Relawan Animal Rescue memberi makan kucing yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Foto diambil dari tangkap layar KompasTV, Senin (8/12/2025). Relawan dari Centre for Orangutan Protection (COP), Satria Wardhana, menerangkan upaya timnya menyelamatkan satwa di dua provinsi, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah relawan turun menyelamatkan hewan-hewan ternak maupun peliharaan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
  • Mereka menyelamatkan ratusan anjing, kucing, sapi, hingga bebek dan ayam di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
  • Selain itu, relawan juga mengurusi dan mensterilisasi hewan-hewan yang sudah mati yang jumlahnya terhitung banyak.

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok penyelamat satwa ikut terjun langsung menyelamatkan hewan-hewan ternak maupun peliharaan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.

Relawan dari Centre for Orangutan Protection (COP), Satria Wardhana, menerangkan upaya timnya menyelamatkan satwa di dua provinsi, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Hingga hari ke-10 setelah bencana, menurut Satria, baru dua provinsi tersebut yang bisa dijangkau timnya.

"Untuk kami dari COP, sejak 10 hari terakhir ya ini sejak banjir di Sumatera, kami menerjunkan ada tiga tim, di dua provinsi, Sumatera Utara dan Sumatera Barat," kata Satria, saat menjadi narasumber di tayangan Breaking News KompasTV, Senin (8/12/2025).

"Untuk di Sumatera Utara sendiri ada di Tapanuli Selatan. Kemudian, untuk yang di Sumatera Barat ada di Padang Kota, juga di Kabupaten Agam."

Selain itu, Satria mengungkap, organisasi COP tidak hanya memiliki misi untuk melindungi kelestarian Orangutan, tetapi juga bergerak untuk membantu satwa yang terdampak bencana.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami sendiri dari COP memang salah satu organisasi lokal perlindungan orangutan," tutur Satria.

"Namun, dalam perkembangannya, sejak 2010, kami cukup fokus juga membantu satwa yang terdampak bencana, salah satunya di banjir Sumatra ini."

Pihaknya, kata Satria, juga memiliki alasan khusus dalam misi penyelamatan hewan di tengah bencana.

Yakni, bahwa yang menjadi korban tidak hanya manusia, tetapi juga hewan, dan hewan memiliki hak untuk selamat serta pulih setelah terdampak.

"Kenapa kita terjun dalam penanganan hewan? Karena dari kami sendiri, relawan-relawan satwa ini, punya prinsip, ketika terjadi bencana, sebenarnya tidak hanya masyarakat atau manusia saja yang jadi korban."

Baca juga: Eks Kabareskrim Akui Sulit Telusuri Asal Usul Gelondongan Kayu yang Terbawa Banjir Bandang Sumatra

"Masih banyak makhluk hidup lain yang masih ada dan ikut terdampak, dan mereka juga berhak untuk mendapat kesempatan lagi untuk sembuh dari bencana. Itu yang sebenarnya jadi fokus kita."

Satria lantas mengungkap, pihaknya memang belum bisa menjangkau semua provinsi terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.

Menurutnya, para relawan masih fokus ke area yang masih sulit dijangkau, khususnya dengan kendaraan roda empat, ke wilayah Agam dan Padang di Sumatra Barat, serta Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

"Kalau secara umum, untuk kondisi satwa dalam 10 hari ini, memang untuk total kita enggak bisa menjangkau semua provinsi dan semua wilayah," terang Satria.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas