Mendes Yandri Ingatkan TPP Bekerja Profesional dalam Pembangunan Desa
Yandri menegaskan kembali pentingnya peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam pembangunan desa.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan pentingnya peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) sebagai bagian strategis pembangunan desa.
- Yandri meminta BPSDM terus melakukan evaluasi agar kinerja pendamping semakin optimal dalam melayani masyarakat desa.
- Kualitas pendamping desa dianggap sebagai cerminan langsung kinerja Kemendes PDT sekaligus wajah desa-desa di Indonesia. Yandri mendorong peserta Rakor memahami kembali tugas utama mereka di lapangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, menegaskan kembali pentingnya peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam pembangunan desa.
Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi dan Penguatan Peran TPP seluruh regional di Bogor, Jawa Barat, Senin (8/12/2025). Kegiatan berlangsung 7 Desember sampai 10 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Yandri menyebut profesi pendamping desa bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi tugas yang membawa kehormatan.
"TPP atau yang bisa disebut Pendamping Desa merupakan pekerjaan mulia dan terhormat. Olehnya, kehormatan itu harus dijaga dengan tunjukkan kinerja,” kata Mendes Yandri.
Yandri meminta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) terus melakukan evaluasi agar kinerja para pendamping semakin optimal dalam melayani masyarakat desa.
Menurutnya, kualitas TPP menjadi cerminan langsung dari kinerja Kemendes PDT sekaligus wajah desa-desa di seluruh Indonesia.
Melalui Rakor ini, Yandri mendorong seluruh pendamping untuk mengikuti rangkaian kegiatan secara maksimal demi memahami kembali tugas utama mereka di lapangan.
Dia menekankan pentingnya pemahaman TPP terhadap Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai fondasi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Di hadapan ratusan peserta, Yandri juga menyoroti dua program besar yang perlu dikawal TPP, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Yandri menyebut pendamping desa memegang peran krusial dalam memastikan masyarakat memahami manfaat kedua program tersebut.
“Pertama, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pendamping Desa harus menyukseskan program ini karena keberadaannya sangat membantu masyarakat,” ucapnya.
Yandri menambahkan, gerai Kopdes Merah Putih seperti pupuk dan sembako diharapkan mempermudah warga mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau.
Untuk mendukung program MBG, desa-desa juga diarahkan membentuk desa tematik seperti Desa Ayam Petelur, Desa Ikan Nila, Desa Padi, hingga Desa Daging sebagai pemasok bahan baku.
"TPP harus pastikan warga Desa paham dengan program Kopdes Merah Putih dan MBG agar kesejahteraan desa meningkat dan Indonesia Emas 2045 bisa terwujud,” ucapnya.
Mendes Yandri juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara Kemendes PDT dan pemerintah daerah agar pembangunan desa berjalan lebih optimal.
Baca tanpa iklan