Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PBNU Kubu Gus Yahya Juga Gelar Rapat Pleno Hari Ini, Selasa Lalu Kubu Kiai Miftach

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kubu KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya akan menggelar  rapat pleno pada Kamis (11/12/2025) pada hari ini.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in PBNU Kubu Gus Yahya Juga Gelar Rapat Pleno Hari Ini, Selasa Lalu Kubu Kiai Miftach
Tribunnews/Jeprima
PJ KETUM PBNU - Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar didampingi Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar, Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir, Rais PBNU yang juga pimpinan sidang pleno Mohammad Nuh dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz saat membuka rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Selasa (9/12/2025). Rapat Pleno PBNU yang dihadiri lembaga dan badan otonom serta sejumlah perwakilan PWNU ini rencananya akan menetapkan Pj Ketum PBNU yang akan menggantikan Yahya Cholil Staquf. Tribunnews/Jeprima 

Ringkasan Berita:
  • PBNU kubu Gus Yahya akan menggelar rapat pleno hari ini
  • Sebelumnya PBNU kubu Rais Aaam Kiai Miftach menggelar rapat pleno mengangkat Pj Ketum PBNU menggantikan Gus Yahya
  • Rapat pleno merupakan kewajiban yang harus dilakukan selambat-lambatnya 6 bulan sekali
  • Dalam rapat pleno tersebut akan dibahas sejumlah hal

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kubu KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya akan menggelar  rapat pleno pada Kamis (11/12/2025) pada hari ini.

Sekretaris Jenderal PBNU kubu Gus Yahya, KH Amin Said Husni menjelaskan rapat pleno tersebut bukan dadakan sebab sudah direncanakan sejak lama.

"Betul (digelar hari ini). Rapat Pleno besok itu sudah direncanakan sejak lama. Karena memang ada kewajiban, PBNU harus menyelenggarakan Rapat Pleno selambat-lambatnya setiap 6 bulan sekali," kata Amin saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (10/12/2025).

Namun ia belum menjelaskan lebih jauh perihal lokasi dan jam rapat itu akan digelar.

Ia mengatakan dalam rapat pleno tersebut akan dibahas sejumlah hal.

Mulai dari evaluasi program hingga penanggulangan bencana.

Rekomendasi Untuk Anda

"Agendanya membahas evaluasi program, konsolidasi organisasi, dan penanggulangan bencana. Surat undangan sudah terkirim tanggal 4 Desember minggu lalu," ujarnya. 

Kubu Gus Yahya

Syuriyah: KH A Muadz Thohir, KH Akhmad Said Asrori, KH Nurul Yaqin Ishaq, dan KH Aunullah A'la Habib. 

Syuriyah artinya pimpinan tertinggi dan badan pengarah, pembina, serta pengawas dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU), setara dengan badan legislatif/yudikatif yang menjalankan kebijakan organisasi dan dipimpin oleh Rais 'Aam.

Tanfidziyah : KH Masyhuri Malik, H Amin Said Husni, H Ahmad Suaedy, H Rumadi Ahmad, H Ulil Abshar Abdalla, KH Miftah Faqih, M Najib Azca, H Hasanuddin Ali, H Mohamad Syafi' Alielha, dan H Nuruzzaman.

Tanfidziyah adalah badan pelaksana harian dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang bertugas melaksanakan keputusan-keputusan organisasi, dipimpin oleh Ketua Umum dan dibantu oleh pengurus harian lainnya seperti wakil ketua, sekretaris, dan bendahara.

Sebelumnya Kubu Rais Aaam Gelar Rapat Pleno

Pada Selasa (9/12/2025), sejumlah pengurus PBNU kubu Rais Aam KH Miftachul Akhyar (Kiai Miftach) menggelar rapat pleno di Hotel Sultan Jakarta.

Rapat pleno memutuskan  KH Zulfa Mustofa sebagai Pj (Pejabat) Ketua Umum PBNU menggantikan Gus Yahya.

Gus Yahya menyampaikan bahwa pleno yang digelar Selasa (9/12/2025) malam tidak dapat diakui karena merupakan kelanjutan dari proses yang keliru sejak awal.

“Ya tidak akan kita bahas panjang-panjang juga ya, karena sebetulnya secara aturan ya tidak bisa dianggap ada, karena memang pertama itu dinyatakan sebagai kelanjutan dari sesuatu yang tidak konstitusional, yang tidak sah, makanya dia menjadi tidak sah dan juga prosedur serta mekanismenya juga tidak sesuai dengan tatanan yang ada,” ujar Gus Yahya di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas