Farida Farichah, Dari Aktivis Desa hingga Wakil Menteri Koperasi
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengungkapkan rasa terkejutnya saat ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi jabatan wakil menteri.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Mengaku tidak pernah bermimpi akan menduduki jabatan Wakil Menteri
- Sempat merasa gamang dengan tugas barunya di Kementerian Koperasi
- Wujud komitmen Presiden Prabowo memberikan ruang lebih besar kepada kaum muda, terutama perempuan dalam pemerintahan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah mengungkapkan rasa terkejutnya saat ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi strategis di Kabinet Merah Putih.
Perempuan yang mengawali kiprahnya dari desa dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) ini mengaku tidak pernah bermimpi akan menduduki jabatan Wakil Menteri.
Hal itu diungkapkan Farida saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, beberapa waktu lalu.
“Sangat terkejut. Sebagai layaknya orang desa aktivis, tidak pernah bermimpi kira-kira begitu. Tidak pernah bermimpi kemudian menjadi seorang wakil menteri di usia yang cukup relatif muda,” ujarnya.
Farida juga, mengisahkan momen ketika dipanggil Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), pada September lalu untuk ditugaskan membantu Presiden Prabowo.
Baca juga: Transformasi Digital Perkuat Peran Koperasi Desa dalam Ekonomi Kerakyatan
Dia menyadari, dalam struktur partai politik seperti PKB di mana ia berkader sejak 2014, biasanya terdapat proses antrean kaderisasi yang matang.
Penunjukannya, ia anggap wujud komitmen Presiden Prabowo memberikan ruang lebih besar kepada kaum muda, terutama perempuan, dalam pemerintahan.
“Tetapi karena Bapak Presiden Prabowo itu memang punya komitmen memberikan ruang lebih ke anak muda untuk membantu beliau di Kabinetnya, terlebih lagi perempuan,” jelasnya.
Awalnya, Farida mengaku sempat merasa gamang dengan tugas barunya di Kementerian Koperasi.
Baca juga: Menkop Sebut Koperasi Bisa Menjadi Tempat Produksi dan Distribusi
“Awalnya juga saya kaget, waduh. Kalau dibilang kesasar, mungkin bisa jadi kesasar,” katanya.
Namun, kekhawatiran itu berubah menjadi keyakinan setelah ia mendalami lebih jauh esensi dari dunia koperasi.
Dia menyadari bahwa koperasi bukan sekadar urusan ekonomi atau bisnis semata, tetapi juga menyangkut aspek kelembagaan dan kaderisasi.
Dua hal yang justru sangat ia kuasai berkat latar belakangnya di organisasi.
“Setelah masuk lebih dalam, ternyata saya kesasar di tempat yang tepat,” ujarnya lalu tersenyum.
Dia menjelaskan, pengalamannya lama mengelola organisasi di NU dan PKB memberinya bekal yang cukup dalam hal kelembagaan.
Baca tanpa iklan