Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hari Ibu 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Catat Jadwalnya

Hari Ibu Nasional selalu menjadi momen penting dalam kalender sejarah bangsa Indonesia. Tahun ini, Hari Ibu jatuh pada Senin, 22 Desember 2025.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hari Ibu 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Catat Jadwalnya
Surya/Purwanto
HARI IBU 2025 - Sejumlah peserta mengikuti kegiatan merias make-up ibu kandung untuk memperingati Hari Ibu di Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/12/2023). Hari Ibu Nasional selalu menjadi momen penting dalam kalender sejarah bangsa Indonesia. Tahun ini, Hari Ibu jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. SURYA/PURWANTO 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Hari Ibu Nasional diperingati setiap 22 Desember untuk menghormati peran perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa, menandai perayaan ke-97 pada 2025.
  • Sejarah Hari Ibu bermula dari Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928.
  • Penetapan resmi Hari Ibu diperkuat melalui Kongres Perempuan Indonesia Ke-III tahun 1938 dan Keputusan Presiden Soekarno No. 316 Tahun 1959

TRIBUNNEWS.COM - Hari Ibu Nasional selalu menjadi momen penting dalam kalender sejarah bangsa Indonesia.

Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan perjuangan kemerdekaan bangsa. 

Berbeda dengan perayaan Mother's Day di negara-negara Barat, Hari Ibu di Indonesia memiliki makna historis yang kuat, yaitu mengenang semangat dan tekad kaum perempuan dalam mengukir kemerdekaan dan memperjuangkan hak-haknya.

Tahun 2025 ini, Hari Ibu akan jatuh pada Senin, 22 Desember, menandai perayaan yang ke-97 sejak ditetapkan secara resmi. 

Tanggal ini bukan sekadar kebetulan, melainkan dipilih secara resmi untuk merayakan dimulainya salah satu pergerakan terpenting dalam sejarah Indonesia, yakni bersatunya para tokoh perempuan dari berbagai organisasi dalam sebuah kongres monumental.

Sejarah Hari Ibu Nasional

Pemilihan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional bukan hanya perayaan sentimental, melainkan sebuah penanda sejarah yang heroik dan politis. 

Tanggal ini merujuk pada hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia I yang diselenggarakan pada 22 Desember 1928 di Ndalem Joyodipuran, Yogyakarta, dikutip dari indonesia.go.id.

Rekomendasi Untuk Anda

Kongres Perempuan Pertama tersebut dianggap sebagai titik awal pergerakan perempuan Indonesia yang masuk ke ranah perjuangan politik praktis, suatu hal yang sebelumnya dianggap tabu. 

Acara bergengsi ini dihadiri oleh lebih dari 600 perempuan dari berbagai organisasi berpengaruh saat itu, di antaranya Wanita Oetomo, Aisyah, Poetri Indonesia, Wanita Katholiek, dan Budi Wanito, dikutip dari kejaksaan.go.id.

Tujuan utama kongres ini adalah mengukuhkan semangat dan tekad bersama dalam mendorong kemerdekaan Indonesia. 

Baca juga: Hari Ibu 2025: Tanggal Peringatan, Sejarah, dan Maknanya

Topik-topik sentral yang dibahas berfokus pada memperjuangkan hak-hak perempuan dalam perkawinan hingga endorong pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan.

Penetapan Resmi Hari Ibu Nasional

Ide untuk memperingati tanggal bersejarah ini secara nasional ditetapkan pada Kongres Perempuan Indonesia Ke-III yang diadakan di Bandung pada 23—28 Juli 1938, di bawah kepemimpinan Ny. Emma Puradireja. 

Salah satu resolusi penting dari kongres ini adalah penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu yang diperingati secara Nasional. 

Kongres ini juga menghasilkan resolusi penting lain, yaitu penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) perkawinan modern.

Penetapan Hari Ibu secara resmi diperkuat melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 pada tanggal 16 Desember 1959, yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno. Keputusan ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia. 

Dengan adanya Dekrit Presiden tersebut, tanggal 22 Desember dikukuhkan sebagai Hari Nasional yang diperingati setiap tahun, meskipun bukan merupakan hari libur.

Dengan demikian, Hari Ibu bukan hanya perayaan untuk menghormati ibu secara personal, tetapi juga menjadi momen untuk mengenang semangat juang kaum perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya dan berkontribusi terhadap bangsa sejak tahun 1928.

Baca juga: Menteri PPPA: Peringatan Hari Ibu Momentum Kesetaraan Perempuan Indonesia 

Perbedaan Hari Ibu Nasional dan Mother's Day

Meskipun sama-sama merayakan sosok ibu, Hari Ibu Nasional (22 Desember) di Indonesia memiliki tujuan dan latar belakang yang sangat berbeda dari Mother's Day yang umumnya diperingati secara internasional (seperti pada minggu kedua bulan Mei).

Secara fundamental, Hari Ibu Nasional di Indonesia merupakan momen peringatan pergerakan perempuan dan perjuangan politik, bukan sekadar perayaan sentimental keluarga.

Latar belakang tanggal 22 Desember sepenuhnya mengacu pada tonggak sejarah Kongres Perempuan Indonesia I tahun 1928.

Oleh karena itu, sifat perayaan ini lebih menekankan pada sejarah, politik, dan penghargaan terhadap kontribusi perempuan sebagai warga negara yang ikut membangun bangsa.

Sebaliknya, Mother's Day yang dirayakan secara internasional lebih fokus pada penghormatan dan apresiasi personal terhadap sosok ibu dan ikatan keluarga. 

Peringatan tersebut berakar dari gerakan sosial di Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dan memiliki fokus yang sangat personal, bukan historis-politis seperti yang dianut Indonesia.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Hari Ibu 2025

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas