BRIN Akan Buka Jabatan Fungsional Peneliti di Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi saat ini memiliki segudang peneliti namun tidak menjadi dosen
Penulis:
Erik S
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Jabatan fungsional peneliti di perguruan tinggi sebagai upaya untuk memperkuat riset-riset di perguruan tinggi.
- BRIN akan terlebih dahulu meminta izin kepada Kemdiktisaintek untuk membuka jabatan fungsional tersebut.
- Perguruan tinggi saat ini memiliki segudang peneliti namun tidak menjadi dosen. Oleh karenanya, perlu upaya para peneliti ini memiliki kenang karir lewat jabatan fungsional tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria akan membuka jabatan fungsional peneliti di perguruan tinggi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat riset-riset di perguruan tinggi.
Arif menjelaskan, BRIN akan terlebih dahulu meminta izin kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk membuka jabatan fungsional tersebut.
“Kita akan mengajak banyak perguruan tinggi untuk berkolaborasi dengan BRIN. Satu kebijakan yang akan saya ambil di BRIN yang saya kira sangat membantu perguruan tinggi, yaitu kami akan membuka jabatan fungsional peneliti di perguruan tinggi,” ujarnya usai serah rerima jabatan Rektor IPB University di Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/12/2025).
Ia menjelaskan, perguruan tinggi saat ini memiliki segudang peneliti namun tidak menjadi dosen.
Oleh karenanya, dia berupaya agar para peneliti ini memiliki kenang karir lewat jabatan fungsional tersebut.
Baca juga: BRIN Dorong Kebun Raya Bali Menjadi Living Lab Unggulan
Arif yang telah menjabat sebagai Rektor IPB University selama dua periode pada 2017-2025, akan menjadikan IPB sebagai percontohan pertama pembukaan jabatan fungsional peneliti. Merujuk pada tema IPB sebagai 'Innopreneur University' yang berbasis pada riset.
“Itu juga ingin mendorong para peneliti-peneliti baru yang ada di berbagai tempat untuk juga bergabung menjadi peneliti di perguruan tinggi. Peneliti di BRIN, peneliti di perguruan tinggi, itulah kekuatan riset Indonesia masa depan,” jelasnya.
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menyambut baik kebijakan dari BRIN ini. Menurutnya, kolaborasi BRIN dan perguruan tinggi ini sudah sangat ditunggu.
“Dan kalau ini bisa terwujud, saya kira kolaborasi nanti BRIN–IPB akan jauh lebih dahsyat dan kita bisa menghasilkan riset yang lebih berdampak nyata untuk kemanfaatan masyarakat,” kata Alim.
Baca tanpa iklan