Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Rugi Rp 80 Triliun Akibat Blokade AS di Selat Hormuz, Menurut Pentagon

Blokade tersebut menyebabkan kapal-kapal Iran terutama kapal pengangkut minyak tak bisa meninggalkan Iran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Iran Rugi Rp 80 Triliun Akibat Blokade AS di Selat Hormuz, Menurut Pentagon
DAILY MAIL
FOTO ILUSTRASI - Supertanker Sabiti milik Irani di Laut Merah dekat Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi, beberapa waktu lalu. Blokade Selat Hormuz menyebabkan kapal Iran sulit meninggalkan negaranya. 

Ringkasan Berita:
  • Pentagon sebut Iran kehilangan hampir 5 miliar dolar AS akibat blokade di Teluk Oman, termasuk  Selat Hormuz.
  • Blokade tersebut menyebabkan kapal-kapal Iran terutama kapal pengangkut minyak tak bisa meninggalkan Iran.
  • Langkah ini disebut menjadi alat tawar Presiden Donald Trump dalam negosiasi konflik dengan Iran.
  • Sejak 13 April, lebih dari 40 kapal dialihkan dan 31 kapal tanker memuat 53 juta barel minyak senilai sekitar 4,8 miliar dolar terjebak.

TRIBUNNEWS.COM, AS -  Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau yang biasa disebut Pentagon memperkirakan Iran telah kehilangan hampir 5 miliar dolar AS (sekitar Rp 80 triliun) pendapatan minyak karena blokade AS di Teluk Oman (termasuk Selat Hormuz).

Blokade tersebut menyebabkan kapal-kapal Iran terutama kapal pengangkut minyak tak bisa meninggalkan Iran.

Dikutip dari Axios, Senin (4/5/2026), blokade menggunakan kapal perang AS tersebut adalah alat tawar-menawar paling signifikan Presiden AS Donald Trump untuk menegosiasikan pengakhiran perang dengan Iran.

Pentagon ingin menekankan dampaknya karena perundingan perdamaian terhenti dan dimulai kembali.

"Sejak blokade dimulai pada 13 April, militer AS telah mengalihkan lebih dari 40 kapal yang mencoba melewati blokade dengan membawa minyak dan barang selundupan lainnya, " kata para pejabat Pentagon.

  • Secara total, 31 kapal tanker yang bermuatan 53 juta barel minyak Iran "terjebak di Teluk" dan memiliki nilai setidaknya $4,8 miliar.
  • Dua kapal diantaranya telah disita oleh AS.
  • Karena tidak mampu mengisi kapal tanker baru seiring dengan kapasitas penyimpanan di darat yang sudah penuh, Iran mulai menggunakan kapal tanker yang lebih tua sebagai penyimpanan terapung.
  • Beberapa kapal tanker mengambil "rute yang lebih mahal dan lebih panjang untuk mengirimkan minyak ke China karena takut akan pencegahan maritim AS," kata para pejabat.
  • Kapal tanker Iran dikabarkan berhasil menghindari blokade militer Amerika Serikat (AS), menurut laporan TankerTrackers, Minggu (3/5/2026) meski mengambil rute yang jauh untuk menghindari blokade AS.
  • Kapal tanker super milik Iran tersebut membawa 1,9 juta barel minyak mentah senilai hampir 220 juta dollar AS (sekitar Rp 3,8 triliun).

Cara Iran Hindari Blokade Laut AS

Samir Madani, salah satu pendiri TankerTrackers.com, mengatakan bahwa kapal tanker minyak besar Iran bernama "HUGE" menunjukkan bagaimana sebuah kapal dapat menghindari pencegahan AS. 

Rekomendasi Untuk Anda

HUGE terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka.

Secara teori, sebuah kapal dapat menyusuri pantai Pakistan dan India dalam perjalanannya menuju pelabuhan yang relatif aman di Selat Malaka, Malaysia, tempat minyak mentah biasanya dipindahkan ke kapal lain yang menuju China.

Pada titik tertentu, kata Madani, kapal tanker Iran yang terjebak blokade mungkin akan mencoba melakukan pelarian massal.

Selusin kapal tanker berlabuh di lepas pelabuhan Chabahar Iran, termasuk kapal SNOW yang baru saja dialihkan rutenya.

"Saya pikir Iran akan menunggu kesempatan untuk melancarkan 'Pelarian Besar' secara tiba-tiba setelah mereka membangun lebih banyak tempat penyimpanan di dekat perbatasan dengan Pakistan," katanya kepada Axios.

Selama fase perang dingin konflik Iran ini, kedua belah pihak menggunakan  blokade untuk menimbulkan kerusakan ekonomi.

Iran memblokade Selat Hormuz, menghalangi kapal-kapal, sehingga AS merespons dengan memblokade pintu masuk Teluk Oman ke arah barat.

Kunci dari kampanye tekanan AS memaksa Iran untuk mencapai kapasitas penyimpanan maksimumnya, yang memicu penutupan sumur-sumur minyak.

"Mereka mungkin masih butuh beberapa minggu, atau bahkan hingga satu bulan, sebelum kehabisan tempat penyimpanan," kata Gregory Brew, seorang analis dari Eurasia Group, kepada Axios.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas