Gubernur Aceh Mualem Terima Bantuan Asing, Datangkan Tim dari Cina, Dapat Donasi dari Malaysia
Gubernur Aceh menerima bantuan asing untuk penanganan banjir meski pemerintah pusat belum buka bantuan internasional.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Gubernur Aceh Muzakir Manaf menerima bantuan asing untuk penanganan banjir dan longsor meski pemerintah pusat belum membuka bantuan internasional dan tidak menetapkan bencana nasional.
- Ia mendatangkan lima tenaga ahli swasta dari Cina dengan alat khusus untuk pencarian korban di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.
- Aceh juga mendapat bantuan logistik dan medis dari Blue Sky Rescue Malaysia yang menyalurkan obat, makanan, dan layanan kesehatan bagi korban.
TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Aceh Muzakir Manaf, juga dikenal sebagai Mualem menerima bantuan dari pihak asing untuk penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh.
Langkah tersebut menjadi sorotan di tengah sikap Pemerintah Indonesia yang belum membuka keran bantuan asing.
Presiden Prabowo Subianto juga tidak menetapkan status bencana nasional.
Meski demikian, Gubernur Mualem menerima bantuan dari asing guna mempercepat penanganan bencana, apa saja?
Baca juga: Profil Blue Sky Rescue, Tim Penyelamat asal Malaysia Kirim Bantuan 3 Ton untuk Korban Banjir Aceh
Datangkan Tim dari Cina
Gubernur Mualem mendatangkan 5 orang dari Cina.
Tim khusus ini sudah tiba di Aceh sejak Jumat (5/12/2025) malam.
Mereka bekerja hingga saat ini untuk mencari korban tertimbun longsor maupun hanyut terbawa banjir.
Lokasinya berada di Aceh Timur, Aceh Utara dan Aceh Tamiang.
Tim dari Cina ini turut membawa alat canggih.
"Datang tim dari Cina lima orang untuk mendeteksi mayat yang ada di dalam lumpur dan mereka ada alat untuk mengambil mayat-mayat itu,” kata Gubernur Mualem, dikutip dari Serambinews.com, Sabtu (13/12/2025).
Setelah beberapa hari bekerja di titik-titik banjir, tim menghadapi kendala.
Medan yang sulit serta keberadaan kayu menjadi faktornya.
“Tidak maksimal karena medan masih digenangi oleh kayu-kayu. Mereka kewalahan untuk mendapatkan mayat," kata Gubernur Mualem,
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengungkap, tim bukan berasal dari Pemerintah Cina.
Melainkan dari swasta yang memiliki keahlian evakuasi jenazah tertimbun lumpur.
"Mereka bukan dari pemerintah China, tetapi seperti LSM (lembaga swadaya masyarakat)," tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban tewas bencana Sumatra mencapai 995 orang per hari ini, Sabtu (13/12/2025).
Untuk Provinsi Aceh, korban tewas terbanyak ada di Kabupaten Aceh Utara dengan 154 orang.
Disusul Kabupaten Aceh Tamiang 58 orang dan Kabupaten Aceh Timur 50 orang.
Baca juga: Tanpa Mobil Dinas, Gubernur Mualem Pilih Naik Mobil Bak Terbuka Bersama Tim Medis ke Aceh Tamiang
Dapat Donasi dari Malaysia
Gubernur Mualem juga menerima bantuan logistik dari Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia.
BSR merupakan tim penyelamat asal China yang sudah memiliki cabang di negara lain.
Ia sudah ada sejak 2007 silam. Sementara cabang BSR Malaysia diberikan izin berdiri pada Desember 2017.
BSR berfokus pada operasi penyelamatan darurat kesejahteraan publik non-pemerintah yang profesional dan independen.
BSR Malaysia sudah mengirimkan dua kali bantuan ke Aceh.
Logistik pertama tiba pada pada Sabtu (29/11/2025) pukul 19.00 WIB.
Dikutip acehprov.go.id, sebanyak 2 juta pieces obat dan alat kesehatan seberat 2 ton mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menggunakan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur.
Bantuan ini menjadi pengiriman medis internasional pertama yang berhasil masuk ke Aceh pasca-bencana Siklon Senyar, yang sejak 22 November 2025 menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah Aceh.
Logistik tahap kedua tiba pada Rabu (10/12/2025) kemarin.
Mereka membawa bantuan total 3 ton itu terdiri dari 2 ton obat-obatan, dan 1 ton makanan.
Bantuan ini akan disalurkan ke daerah terdampak banjir, terutama ke posko pengungsian.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengucapkan terima kasihnya kepada BSR.
"Terima kasih banyak kepada BSR dari Kuala Lumpur yang sudah membantu, ini sudah kali kedua (mengirim bantuan)," katanya, dikutip dari Instagram @muzakirmanaf1964, Jumat (12/12/2025).
"Mereka membantu kita, khusus untuk rakyat yang terdampak banjir dan tanah longsor," lanjutnya.
Perwakilan tim BSR Malaysia, dr Patrik merincikan, bantuan tidak hanya obat-obatan.
Ada juga makanan, pakaian, hingga coklat untuk anak-anak.
Bantuan ini menyasar rumah sakit dan para korban bencana.
"Kita ada 8 orang terdiri dari dokter dan perawat yang datang," katanya.
Menurut dr Patrik, pihaknya sudah memberikan perawatan kurang lebih 1.000 orang di Aceh.
Meski demikian, masih banyak lagi perlu uluran tangan.
"Kita sudah rawat lebih kurang 1.000 orang. Tapi kita lihat masih banyak yang perlu (ditolong) saya pikir ratusan ribu," tandasnya.
Baca juga: Mendagri Teken SE Alokasi Anggaran Bencana, Ditujukan untuk Kepala Daerah di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Istana Tegaskan Presiden Tak Pernah Tolak Bantuan Asing: Pemerintah Mampu Tangani Bencana Sumatra
Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono, memberikan klarifikasi bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak pernah menyatakan menolak bantuan asing untuk korban bencana banjir dan longsor di 3 wilayah Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Tawaran bantuan dari berbagai negara sahabat, mulai dari tim medis, personel penyelamat, logistik, hingga dukungan teknologi, sebelumnya siap diluncurkan, tetapi pemerintah Indonesia menolaknya dan menyatakan masih sanggup menangani bencana secara mandiri.
Seperti pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, yang mengatakan bahwa Indonesia masih mampu melakukan penanganan bencana Sumatra secara mandiri sehingga bantuan dari negara asing masih belum diperlukan.
Begitu pun dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa Indonesia masih sanggup mengatasi bencana di Sumatra dan masih memiliki stok pangan yang cukup bagi para korban.
Prabowo sebelumnya juga menyampaikan bahwa pemerintah masih mampu menangani bencana di Sumatra tanpa bantuan dari pihak luar.
Namun, keputusan dari pemerintah itu menuai kritik dan menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat hingga pemerintah disebut terlalu ego.
Banyak yang mendesak pemerintah segera membuka jalan untuk bantuan asing masuk agar mempercepat proses penanganan bencana.
Kendati demikian, dijelaskan oleh pihak Istana bahwa pemerintah tidak bermaksud untuk menolak bantuan asing itu.
Hanya saja, Presiden Prabowo meyakini bahwa pemerintahannya masih sanggup menangani bencana di Sumatra secara mandiri.
"Pak Presiden tidak pernah menyampaikan bahwa 'oh kita tidak usah terima bantuan asing karena kita ego atau kita pride', itu tidak. Ini lebih kepada pemerintah yakin bahwa kita ini masih mampu (tangani bencana Sumatra)," tegasnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (12/12/2025)
Sebagian artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Cina Kerahkan Tim Khusus Sisir Jenazah Korban Bencana di Aceh
(Tribunnews.com/Endra/Rifqah)(SerambiNews.com/Rianza Alfandi)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.