Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Belajar dari Mukhtarudin, Masa Kecilnya Hidup Susah Tapi Bisa Jadi Menteri, Hartanya Capai Rp 17,9 M

Mukhtarudin ternyata berasal dari keluarga yang kurang mampu. Mereka tinggal di wilayah perkampungan di Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Dewi Agustina
zoom-in Belajar dari Mukhtarudin, Masa Kecilnya Hidup Susah Tapi Bisa Jadi Menteri, Hartanya Capai Rp 17,9 M
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
MENTERI P2MI - Mukhtarudin, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) masa kecilnya hidup susah. Kini menjadi menteri Prabowo dan memiliki kekayaan mencapai Rp 17,9 miliar. (kanan) Mukhtarudin saat berbagi cerita di hadapan anak-anak yang orang tuanya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Momen itu terjadi saat KP2MI menggelar acara bakti sosial sekaligus pemberian santunan kepada para anak PMI, Rabu (17/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Mukhtarudin, Menteri P2MI berkisah tentang masa kecilnya yang hidup susah.
  • Namun kini Mukhtarudin menjadi menteri dengan total kekayaan yang dimiliki mencapai Rp 17,9 miliar.
  • Dia berharap anak-anak PMI dapat menggapai cita-citanya meski hidup dalam keterbatasan.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak banyak yang tahu kehidupan masa kecil yang dijalani Mukhtarudin yang baru 3 bulan dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Diketahui Mukhtarudin resmi dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada 8 September 2025 menggantikan Abdul Kadir Karding dalam reshuffle kabinet Kabinet Merah Putih. 

Mukhtarudin ternyata berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Baca juga: Menteri Mukhtarudin & Dubes RI untuk Italia Bahas Penempatan 500 Ribu Pekerja Migran ke Luar Negeri

Mereka tinggal di wilayah perkampungan di Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Dia dibesarkan oleh ayah ibunya yang tak tamat sekolah dasar (SD).

"Kalau bicara tentang saya juga sama, saya bukan anak siapa-siapa. Ibu saya, bapak saya tidak tamat sekolah. SD pun orang tua saya enggak tamat. Jadi ayah saya enggak tamat SD, ibu saya enggak tamat SD," kata Mukhtarudin saat berbagi cerita di hadapan puluhan anak-anak PMI di Aula KH Abdurahman Wahid, Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

 

SINERGI KEMENP2MI-KEMENSOS - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) dan Kementerian Sosial (Kemensos) memperbarui nota kesepahaman (MoU), Senin (3/11/2025). MoU ini merupakan upaya memperkuat perlindungan sekaligus pemberdayaan pekerja migran dan keluarganya melalui penyatuan dua program.
SINERGI KEMENP2MI-KEMENSOS - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) dan Kementerian Sosial (Kemensos) memperbarui nota kesepahaman (MoU), Senin (3/11/2025). MoU ini merupakan upaya memperkuat perlindungan sekaligus pemberdayaan pekerja migran dan keluarganya melalui penyatuan dua program. (Istimewa.)

 

Di hadapan anak-anak PMI, Mukhtarudin menceritakan kisah masa kecilnya dengan harapan anak-anak tersebut terinspirasi untuk menggapai cita-citanya meski dalam keterbatasan.

Mukhtarudin berkisah, kedua orang tuanya bisa dibilang hidup susah.

Bahkan rumah yang mereka tempati di Kalimantan kerap bocor saat hujan dan mereka terpaksa berkumpul mencari tempat perlindungan.

"Jadi kalau lagi hujan kami ngumpul. Karena rumahnya bocor. Rumahnya bocor saya ngumpul cari tempat yang enggak bocor. Jadi kami tidurnya ngumpul," kata Mukhtarudin.

Baca juga: Prabowo Minta KP2MI Siapkan Skema Jaminan Sosial untuk Pekerja Migran 

Begitupun saat hendak berangkat ke sekolah. 

Mukhtarudin yang tinggal di perkampungan di Kalimantan Tengah mau tak mau harus berjalan kaki untuk sampai ke sekolah.

Seluruh kebutuhan sekolah mulai dari seragam hingga buku, masing-masing hanya punya satu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas