Khutbah Jumat 19 Desember 2025: Ibu Jalan Menuju Rida Allah
Khutbah Jumat berjudul Ibu: Jalan Menuju Rida Allah dibacakan pada salat Jumat 19 Desember 2025, merenungkan tingginya kedudukan ibu dalam Islam.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Nuryanti
Ini adalah buah dari doa ibu yang tersakiti, meskipun tidak bermaksud mencelakakan. Pelajarannya jelas: salat sunah boleh diputus demi memenuhi panggilan ibu. Kisah Juraij ini menjadi ibrah bagi kita bahwa seorang anak hendaknya sangat berhati-hati terhadap kemurkaan orang tuanya. Sebab ketika orang tua tersakiti hingga melantunkan doa keburukan, doa tersebut termasuk doa yang sangat mudah dikabulkan.
Jemaah yang dirahmati Allah,
Tapi Islam juga penuh dengan kisah indah tentang bakti kepada ibu. Ada seorang pemuda yang menggendong ibunya yang sudah tua untuk tawaf di Kakbah. Ketulusan baktinya itulah yang mengantarkannya kepada kemuliaan yang luar biasa di sisi Allah, meskipun ia hampir tidak dikenal oleh manusia. Pemuda itu adalah Uwais bin 'Amir, seorang lelaki saleh dari Yaman.
Karena baktinya yang luar biasa kepada sang ibu, Rasulullah saw menyebut bahwa doa Uwais sangat mustajab. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa 'Umar bin Al-Khattab r.a. bertemu dengan Uwais:
قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: يَأْتِي عَلَيْكُمْ أَوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ، مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرْنٍ، كَانَ بِهِ بَرَضٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ دِرْهَم، لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِمَا بَرِّ، لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ، فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ.
"Umar berkata, "Aku sendiri pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: "Nanti akan datang seseorang bernama Uwais bin 'Amir bersama serombongan pasukan dari Yaman. la berasal dari Murad kemudian dari Qarn. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. la punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya." (H.R. Muslim).
Dari kisah ini, jemaah sekalian, kita belajar bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan diukur dari popularitas, jabatan, atau kedudukan dunia, melainkan dari ketulusan iman dan bakti kepada orang tua, khususnya kepada ibu. Lihatlah 'Umar bin Khattab r.a., sahabat utama Rasulullah saw sekaligus khalifah kaum muslimin, meminta kepada Uwais bin 'Amir agar memohonkan ampunan kepada Allah untuknya. Betapa mulianya kedudukan Uwais di sisi Allah, sebuah kemuliaan yang lahir dari ketulusan baktinya kepada sang ibu.
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa memuliakan ibu, berbakti kepadanya dengan penuh keikhlasan, serta meraih rida ibu yang mengantarkan kita kepada rida Allah Swt. Amin ya Rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمِ، وَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
إِنَّ الْحَمْدَ اللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أن لا إله إلا الله وأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا، رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ، رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَحْطَأنَا، رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ، رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، ولذكر الله أكبر.
(Tribunnews.com/Latifah)