Mendagri Tito Anggap Pemasangan Bendera Putih di Aceh Bagian dari Aspirasi
Menteri Dalam Negeri mengatakan Pemerintah berupaya semaksimal mungkin dalam menampung berbagai aspirasi dalam penanggulangan bencana Sumatra.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pengibaran bendera putih oleh sejumlah masyarakat di Aceh dalam menghadapi bencana merupakan bagian dari aspirasi.
- Tito mengatakan pemerintah berupaya semaksimal mungkin dalam menampung berbagai aspirasi dalam penanggulangan bencana.
- Bendera putih itu dikibarkan warga di sejumlah titik di antaranya di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur dan Aceh Utara karena menyerah dan tak sanggup lagi menangani dampak bencana.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pengibaran bendera putih oleh sejumlah masyarakat di Aceh dalam menghadapi bencana merupakan bagian dari aspirasi.
Hal itu disampaikan Mendagri dalam konferensi pers di Posko Terpadu Bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
"Yang pertama mengenai pengibaran bendera putih ya. Jadi adalah ini menurut kami adalah wujud aspirasi warga dalam menghadapi situasi bencana yang dialami," kata Kapolri 2016–2019 itu.
Baca juga: Media Asing Soroti Fenomena Bendera Putih di Aceh
Pemerintah kata Tito memahami apa yang dirasakan masyarakat. Pemerintah juga berupaya semaksimal mungkin dalam menampung berbagai aspirasi dalam penanggulangan bencana.
"Kami mendengar, pemerintah mendengar, memahami berbagai kritik, masukan dan sikap masyarakat, terhadap pemerintah dalam penanganan bencana di Sumatera," katanya.
Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu mengatakan pemerintah meminta maaf apabila dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih ada kekurangan.
Pemerintah terus berupaya semaksimal dan secepat mungkin dalam menanggulangi bencana tersebut.
Menurut Tito penanganan bencana di Sumatra tidaklah mudah karena medan yang cukup berat.
"Namun pemerintah Indonesia kami berkewajiban untuk terus bekerja mengatasi berbagai kendala, memperbaiki kinerja, dan secepatnya memenuhi kebutuhan darurat saudara-saudara kita di aceh, sumatera utara, dan sumatera barat," katanya.
Menurut Tito peran masyarakat yang bergotong royong sangat membantu upaya tanggap darurat di Sumatera.
Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah ikut membantu penanganan bencana.
" Kita terus bersama-sama dalam bingkai solidaritas kebangsaan dan kemanusiaan untuk segera memulihkan," pungkasnya.
Fenomena Bendera Putih Berkibar
Pantauan Serambinews.com (Tribun Nerwork), pada Minggu (14/12/2025), bendera putih berkibar di sejumlah daerah di pinggiran jalan lintas nasional Banda Aceh -Medan.
Baca juga: Bendera Putih di Aceh, Rano Karno Duga Kepala Daerah Sudah Kirim Surat “Menyerah” ke Mendagri
Bendera putih itu dikibarkan oleh warga di sejumlah titik di antaranya di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur dan Aceh Utara.
Sejumlah warga saat ditemui mengatakan bendera putih itu dipasang karena masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang sudah menyerah dan tak sanggup lagi menanganinya.
Baca tanpa iklan