Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seskab Teddy Tegaskan Pemerintah Terjun Sejak Hari Pertama Bencana Sumatra: Tanpa Kamera dan Media

Sejak hari pertama bencana Sumatra, Presiden Prabowo langsung menghubungi Gubernur Sumatra Utara dan kepala daerah lainnya untuk monitor keadaan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rifqah
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Seskab Teddy Tegaskan Pemerintah Terjun Sejak Hari Pertama Bencana Sumatra: Tanpa Kamera dan Media
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
BENCANA SUMATRA - Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya saat mengunjungi korban bencana di Posko Pengungsian MAN 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut), Sabtu (13/12/2025). Sejak hari pertama bencana Sumatra, Presiden Prabowo langsung menghubungi Gubernur Sumatra Utara dan kepala daerah lainnya untuk monitor keadaan. 

Ringkasan Berita:
  • Sejak hari pertama bencana Sumatra, Presiden Prabowo Subianto langsung menghubungi Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution dan kepala daerah lainnya untuk monitor keadaan di sana
  • Seskab Teddy menjelaskan bahwa sebenarnya pemerintah sejak awal sudah bekerja cepat dan terjun langsung ke lokasi bencana
  • Teddy mengatakan, meski tidak ada penetapan status bencana nasional, penanganan bencana di 3 provinsi Sumatra tersebut sudah berskala nasional

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa sejak hari pertama bencana banjir dan longsor di 3 provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), pemerintah sudah terjun langsung.

Sejumlah masyarakat sebelumnya menganggap pemerintah lambat dalam menangani bencana Sumatra karena telah berlangsung lebih dari tiga pekan.

Selain itu, alih-alih menetapkan sebagai bencana nasional, pemerintah dinilai malah sibuk membatasi narasi-narasi yang berbanding terbalik dengan kondisi lapangan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sementara yang terbaru, total korban jiwa bencana Sumatra sudah mencapai 1,068 orang per Kamis (18/12/2025).

Sementara korban hilang masih ada sebanyak 190 orang dan 7.000 warga mengalami luka-luka.

Bencana banjir dan longsor itu berdampak pada 53 Kabupaten/Kota yang menyebabkan 147.236 rumah rusak, terdiri dari 44.051 rumah rusak berat, 29.809 rusak sedang, dan 73.376 rusak ringan.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Teddy menjelaskan bahwa sebenarnya pemerintah sejak awal sudah bekerja cepat dan terjun langsung ke lokasi bencana.

"Di tanggal 26 (November 2025), Pak Kepala BNPB langsung ke Sumatra Utara. Saat itu beliau posisinya di Lumajang. Kenapa? Karena kita masih ada bencana juga, saudara-saudara kita di Lumajang, erupsi Semeru," ucapnya dalam konferensi pers, Jumat (19/12/2025), dikutip dari YouTube BNPB.

"Nah, yang di lapangan ini seluruh petugas TNI, Polri, Basarnas, kemudian BNPB daerah, semuanya di detik pertama, hari pertama langsung bekerja, tanpa kamera," tegas Teddy.

Teddy juga mengatakan, sejak hari pertama, Presiden Prabowo Subianto juga langsung menghubungi Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, dan kepala daerah lainnya untuk monitor keadaan di sana.

"Kemudian di hari itu juga Bapak Presiden menginstruksikan Bapak Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) mengkoordinir segala kekuatan untuk sebesar-besarnya mobilisasi semua yang kita punya langsung ke sana," ujarnya.

Baca juga: Seskab Teddy Heran Masih Ada yang Bahas Status Bencana Nasional: Kalau Niat Bantu Ayo Ikhlas, Tulus

Kemudian pada hari berikutnya, Teddy mengatakan bahwa seluruh helikopter yang ada di Pulau Sumatra langsung bergerak ke Padang, Medan, dan Banda Aceh. 

"Juga seluruh helikopter dan pesawat yang ada di Jawa digerakkan ke Sumatra. Dari Jawa ke Sumatra, helikopter itu butuh 13 sampai 15 jam terbangnya."

"Di tanggal 27 itu juga, beberapa heli sampailah ke Banda Aceh, angkat Jetset PLN, angkat logistik, sama, tidak ada media di situ, tidak ada kamera di situ," ucapnya.

Saat itu, kata Teddy, semua kekuatan TNI, Polri, dan warga, digerakkan semua untuk evakuasi warga. Kemudian baru pada tanggal 28 November 2025 ada pelepasan pesawat.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas