Saat Mendagri Bisik-bisik dengan Seskab Sebelum Jawab Isu Terkait Pengibaran Bendera Putih di Aceh
Tito lalu tampak berbisik dengan Teddy di belakang Prasetyo dan Pratikno sambil duduk. Saat itu, Teddy juga tampak mengangguk-angguk.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Mendagri Tito Karnavian tampak berbisik-bisik dengan Sekretaris Kabinet Letkol Inf Teddy Indra Wijaya sebelum menjawab tiga pertanyaan dari wartawan
- Tito lalu tampak berbisik dengan Teddy di belakang Prasetyo dan Pratikno sambil duduk
- Tito mengatakan pengibaran bendera putih itu adalah wujud aspirasi warga dalam menghadapi situasi bencana yang dialami
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tampak berbisik-bisik dengan Sekretaris Kabinet Letkol Inf Teddy Indra Wijaya sebelum menjawab tiga pertanyaan dari wartawan.
Hal itu terlihat sesi tanya jawab Konferensi Pers Perkembangan Penanggulangan Bencana Sumatra di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta pada Jumat (19/12/2025).
Baca juga: Mendagri Tito Anggap Pemasangan Bendera Putih di Aceh Bagian dari Aspirasi
Momen itu terjadi saat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan terkait pemanfaat kayu gelondongan yang ikut hanyut dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Awalnya, Teddy tampak menuliskan sesuatu di buku catatannya yang ada di atas meja.
Baca juga: Bendera Putih Berkibar di Depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Ia lalu tampak mengambil selembar kertas kecil dari buku catatan tersebut.
Lewat belakang tempat duduk Prasetyo Hadi, Teddy lalu mencolek lengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno yang duduk di sebelah kanan Prasetyo.
Pratikno lalu memanggil Tito yang duduk di sebelah kanannya.
Tito lalu tampak berbisik dengan Teddy di belakang Prasetyo dan Pratikno sambil duduk.
Saat itu, Teddy juga tampak mengangguk-angguk.
Tidak diketahui apa isi dari pembicaraan keduanya dan isi catatan tersebut.
Namun, setelahnya Tito menjawab pertanyaan wartawan terkait sejumlah warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh yang mengibarkan bendera putih.
Tito mengatakan pengibaran bendera putih itu adalah wujud aspirasi warga dalam menghadapi situasi bencana yang dialami.
"Kami mendengar, pemerintah memahami berbagai kritik, masukan, dan sikap masyarakat terkait upaya pemerintah Indonesia dalam penanganan bencana di Sumatera," ujar Tito.
"Dengan segala kerendahan hati kami meminta maaf ya bila ada kekurangan yang ada. Memang kendala yang dihadapi cukup besar karena medan yang cukup berat," imbuhnya.