Mendagri Respons Bantuan Beras 30 Ton dari UEA: dari Bulan Sabit Merah di UEA, Bukan Pemerintahnya
Mendagri Tito Karnavian buka suara terkait adanya bantuan beras sebanyak 30 ton dari UEA untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatra.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Mendagri Tito Karnavian buka suara terkait bantuan beras 30 ton dari UEA untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatra.
- Tito mengaku, setelah mendapatkan informasi ini, ia langsung mengonfirmasinya ke Duta Besar UEA.
- Diperoleh informasi bahwa bantuan beras sebanyak 30 ton itu dari organisasi Bulan Sabit Merah di UEA.
- Tito juga memastikan bantuan beras ini diberikan bukan atas nama Pemerintah UEA ke Pemerintah Indonesia. Melainkan murni dari organisasi Bulan Sabit Merah yang ada di UEA.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons soal adanya bantuan beras sebanyak 30 ton yang disebut-sebut diberikan oleh Uni Emirat Arab (UEA) yang diberikan kepada Pemko Medan untuk korban banjir bandang dan longsor.
Diketahui adanya bantuan beras sebanyak 30 ton untuk korban bencana Sumatra ini jadi sorotan karena pemerintah pusat belum menetapkan bencana di Sumatra sebagai bencana nasional.
Sehingga negara lain yang ingin memberikan bantuannya ke Indonesia masih belum diperbolehkan, karena mekanisme penerimaan bantuan internasional ke Indonesia masih belum dibuka.
Tito mengaku, setelah mendapatkan informasi adanya bantuan dari UEA ini, ia langsung mengonfirmasinya ke Duta Besar UEA.
Hasilnya, diperoleh informasi bahwa bantuan beras sebanyak 30 ton itu diberikan oleh organisasi Bulan Sabit Merah yang ada di UEA.
Bulan Sabit Merah UEA (Emirates Red Crescent/ERC) adalah organisasi kemanusiaan nasional Uni Emirat Arab yang beroperasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, memberikan bantuan darurat, pengembangan sosial, dan layanan kesehatan seperti pembangunan masjid, pembagian sembako, dan santunan anak yatim, mirip dengan fungsi Palang Merah Indonesia (PMI) tetapi di bawah payung UEA, dan berperan dalam program kemanusiaan global.
"Kemudian berkaitan dengan tadi ada bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA), kami langsung berhubungan dengan duta besar Uni Emirat Arab yang menyampaikan kepada kami tadi malam."
"Bahwa yang diberikan itulah bantuan 30 ton (beras) berasal bukan dari Pemerintahan Uni Emirat Arab tapi dari Red Crescent. Jadi Bulan Sabit Merah ya, semacam PMI itu Red Crescent, Bulan Sabit Merah di Uni Emirat Arab," kata Tito dalam konferensi persnya bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Posko Terpadu Bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Tito juga memastikan bantuan beras ini diberikan bukan atas nama Pemerintah UEA ke Pemerintah Indonesia.
Melainkan murni dari organisasi Bulan Sabit Merah yang ada di UEA.
Lebih lanjut, sebelumnya bantuan ini sempat akan diserahkan kepada Wali Kota Medan, Rico Rass.
Namun, karena Rico belum tahu mekanisme penerimaan bantuan dari internasional, bantuan beras ini kemudian diberikan salah satu organisasi kemanusiaan di Medan, yakni Muhammadiyah Medical Center.
Baca juga: Menko PMK Pratikno Pastikan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatra Dibangun Sepenuhnya oleh Pemerintah
Selanjutnya beras-beras bantuan dari Bulan Sabit Merah UEA ini akan dibagikan ke masyarakat melalui Muhammadiyah Medical Center.
"Jadi non-government organization, berasnya sudah dikirim saat itu akan diserahkan kepada Wali Kota Medan, Pak Rico Waas. Namun kemudian Pak Rico menyampaikan belum ada kejelasan mengenai mekanisme. Mekanisme apa? Mekanisme penerimaan dari internasional."
Baca tanpa iklan