Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Update Jumlah Korban Bencana di Sumatra: 1.071 Tewas, 185 Orang Hilang

Update informasi terkait jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Update Jumlah Korban Bencana di Sumatra: 1.071 Tewas, 185 Orang Hilang
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, Kamis (4/12/2025). 

"Sejak hari pertama tanggal 26, pemerintah pusat sudah melakukan penanganan skala nasional di tiga provinsi ini, langsung mobilisasi nasional, mari kita fokus ke substansinya. Sudah ada 50 lebih pasukan di sana, TNI-Polri, 50.000 lebih pasukan di sana, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan-relawan banyak sekali," jelasnya dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.

Ia menyebut, banyak pihak yang ingin ditetapkan status bencana nasional karena khawatir soal anggaran.

Namun, terkait anggaran sudah dijawab oleh Presiden Prabowo Subianto, yakni menggunakan dana pusat sepenuhnya.

"Disampaikan Rp60 triliun sudah dikeluarkan secara berangsur untuk membangun kembali rumah sementara, rumah hunian tetap, fasilitas semuanya, gedung DPRD, kecamatan juga dan juga langsung seluruh bupati-wali kota 52 itu diberikan uang cash untuk di hari itu gitu."

"Bila ada kebutuhan lain tinggal sampaikan pasti dikasih juga dan tentunya bantuan dari segala macam sudah masuk ke kabupaten itu," imbuh Teddy.

Kemudian terkait sarana dan prasarana, Teddy menjelaskan bahwa di lokasi bencana sudah diterjunkan banyak kapal hingga helikopter.

"Dibilang kalau tidak bencana nasional, sarana prasarana fasilitas tidak ada dari pusat. Sudah dijawab juga di lapangan, 100 lebih kapal, pesawat, helikopter sudah ke sana. Ada alat berat dari PU (Pekerjaan Umum) mungkin totalnya sekitar 1.000 mungkin, diangkut dari mana pun di Indonesia ini diangkut ke sana."

Rekomendasi Untuk Anda

"Kemudian kalau tidak bencana nasional pemulihan infrastruktur hanya di daerah, semuanya sudah digerakkan ke sana, perlu waktu, makanya kita sama-sama gitu." 

"Jembatan banyak putus, jalan banyak putus, berangsur-angsur disambung. Jembatan sudah langsung dibuktikan 1 minggu 7 sampai 10. Jadi itu yang kerja bukan satu dua orang, semua warga di situ kerja," ungkapnya.

Baca juga: Seskab Teddy Tegaskan Pemerintah Terjun Sejak Hari Pertama Bencana Sumatra: Tanpa Kamera dan Media

Minta Semua Pihak Lapor

Seskab Teddy juga meminta semua pihak untuk lapor kepada petugas jika menemukan daerah terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, yang belum mendapatkan bantuan.

"Kalau Anda ada di lokasi, Anda ke sana ada daerah yang belum dapat logistik, sampaikan ke petugas, sampaikan ke TNI, Polri, Basarnas, BNPB, 'Pak, titik ini belum ada logistik, desa ini belum.' Pasti langsung dikerjakan," ujarnya.

Teddy menyatakan, hal itu juga bisa disampaikan kepada kepala daerah dan petugas yang berada di lokasi setempat.

"Bisa Anda sampaikan ke bupati, semua bupati, kepala daerah, gubernur, bupati-wakil, wali kota-wakil, dan pegawainya semua di sana bisa dijangkau, bisa dihubungi."

"Dan aparat-aparat di sana bekerja semua. Kalau ada yang kurang, Anda sampaikan pasti langsung secepat mungkin gimana caranya itu nyampai," terangnya.

Teddy pun mengajak semua pihak untuk saling bergotong royong dan saling mendukung penanganan bencana di Sumatra.

"Makanya ayo kita sama-sama bahu-membahu, saling dukung. Kalau niat bantu, ayo ikhlas, tulus," tuturnya.

(Tribunnews.com/Deni/Rifqah)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas