Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Profil Eks Menlu Malaysia yang Sentil Tito Karnavian Buntut Statement Bantuan Bencana Sumatra

Profil Mantan Menteri Luar Negeri Malaysia, Tan Sri Rais Yatim, yang menyentil Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tito Karnavian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Profil Eks Menlu Malaysia yang Sentil Tito Karnavian Buntut Statement Bantuan Bencana Sumatra
YouTube dan Tribunnews.com/Endrapta
PERNYATAAN TITO KARNAVIAN - Kolase: Tangkap layar video eks Menteri Luar Negeri Malaysia Rais Yatim dan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian. Profil Mantan Menteri Luar Negeri Malaysia, Tan Sri Rais Yatim, yang menyentil Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tito Karnavian terkait pernyataan soal bantuan bencana dari Malaysia untuk korban banjir bandang dan tanah longsor Sumatra. 

"Jadi, dengan kenyataan umum yang dibuat kepada dunia menunjukkan bahwa Malaysia menyumbang sedikit dalam bentuk 60.000 USD, menteri berkenaan harap bersekolah dulu dalam bentuk perkataan komunikasi atau bahasa kepada sesuatu jiran [tetangga, red.]."

Profil Tan Sri Rais Yatim

Rais Yatim merupakan politisi Malaysia dengan nama lengkap Dato' Seri Utama Dr Rais bin Yatim.

Mengutip laman Ministry of Foreign Affairs (Kementerian Luar Negeri) Malaysia kln.gov.my, Rais lahir pada 15 April 1942 di salah satu dari 14 negara bagian Malaysia, yakni Negeri Sembilan.

Ia memiliki istri bernama Datin Masnah Muhamat, dan dikaruniai empat orang anak.

Rais menguasai tiga bahasa, yakni Melayu, Inggris, dan Mandarin (Kanton).

Ia dikenal sebagai Menteri Kebudayaan, Seni, dan Warisan Malaysia pada periode 2004-2008

Lalu, Rais menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Malaysia pada periode 2008-2009 dan Menteri Informasi, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia (2009-2013).

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, pria yang saat ini berusia 83 tahun tersebut pernah menduduki posisi sebagai Yang Dipertua Dewan Negara atau Presiden Dewan Negara Malaysia, sebuah majelis tinggi dari Parlemen Malaysia, di bawah kuasa monarki Yang di-Pertuan Agong ke-XVI Al-Sultan Abdullah.

Posisi tersebut ditempati Rais, yang terafiliasi Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU), pada 2 September 2020 hingga 15 Juni 2023.

Soal riwayat pendidikan, Rais meraih gelar Sarjana Hukum atau Bachelor of Laws atau Legum Baccalaureus alias LL.B (Hons.) dari University of Singapore pada 1973.

Kemudian, ia memperoleh gelar Doktor Hukum atau Ph.D in Law pada 1994 dari King’s College, University of London dengan disertasi berjudul The rule of law and executive power in Malaysia: a study of executive supremacy.

Tak hanya ahli di bidang hukum, Rais juga merupakan guru bahasa spesialis yang berkualifikasi yang lulus dari Language Institute, Kuala Lumpur pada 1963, dengan spesialisasi mengajar Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris.

Bahkan, ia pernah mengajar Bahasa Melayu kepada anggota Korps Perdamaian Amerika Serikat di DeKalb, Illinois, dan Hawaii.

Setelah menempuh pendidikan di bidang hukum, Rais dikenal sebagai pengacara yang berkualifikasi dan mulai tergabung sebagai anggota Malaysian Bar atau Asosiasi Pengacara Malaysia pada 1973.

Ia pun mendirikan praktik hukum, Ram Rais and Partners, di Kuala Lumpur.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas