Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bahlil: Saya Tidak Gunakan Golkar untuk Kepentingan Pribadi

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk tidak menjadikan Golkar sebagai alat kepentingan bisnis maupun pribadi. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: willy Widianto
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Bahlil: Saya Tidak Gunakan Golkar untuk Kepentingan Pribadi
HO/IST
RAKORNAS GOLKAR - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat Rakornas di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk tidak menjadikan Golkar sebagai alat kepentingan bisnis maupun pribadi. 

“Jadi Bapak-Ibu semua, saya ingin menegaskan kembali bahwa partai Golkar enggak boleh dijadikan sebagai partai untuk memperjuangkan kepentingan kelompok tertentu. Kelompok-kelompok bisnis enggak boleh,” kata Bahlil saat Rakornas Golkar di Slipi, Jakarta, Minggu(21/12/2025).

Ia kembali menekankan bahwa kepemimpinannya di Golkar tidak akan digunakan untuk mengurus kepentingan pribadi maupun usaha.

“Saya pengen menjadi ketua umum Partai Golkar, tidak akan pernah saya menjadikan partai Golkar untuk mengurus kepentingan pribadi saya. Apalagi usaha saya, jangan pernah kalian pikir, enggak akan pernah,” ujarnya.

Bahlil juga memastikan tidak akan menyeret Fraksi Golkar di DPR RI untuk mengurus urusan pribadi dirinya.

“Untuk semua anggota fraksi, inshaallah tolong ingatkan saya. Saya tidak akan pernah memerintah atau meminta untuk kalian mengurus pribadi saya. Karena saya sudah tahu bagaimana cara mengurus pribadi saya sejak kecil,” katanya.

Ia menegaskan latar belakang hidupnya membentuk cara pandang kepemimpinannya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya dilahirkan bukan untuk diurus, tapi untuk mengurus. Itulah perbedaan saya yang substantif. Itulah perbedaan saya,” ucap politisi asal Papua itu.

Di akhir pernyataannya, Bahlil menegaskan status Golkar sebagai milik bersama, bukan milik kelompok atau keluarga tertentu.

“Dan jangan lagi ada cara-cara seolah-olah kita harus urus orang per orang. No! Partai ini adalah milik kita bersama. Partai ini adalah aset negara. Kita harus menjaga marwah partai ini untuk kebaikan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas