Pengamat: Prabowo Memang Tak Punya Tongkat Nabi Musa, tapi Dia Punya Kekuasaan Penuh
Prabowo sebelumnya menegaskan Indonesia masih mampu tangani bencana Sumatra saat sejumlah pimpinan negara sahabat menawarkan bantuan kepada Indonesia.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Tiara Shelavie
"Problem-nya menjadi secara struktural menurut saya di paradigma, di konflik kepentingan. Jadi ada kesalahan paradigma, ada konflik kepentingan, ada kegagapan menghadapi yang namanya manajemen bencana. Itu yang saya lihat," jelas Ichsanuddin.
Prabowo Tegaskan Indonesia Mampu Tangani Bencana
Sementara itu, Prabowo sebelumnya telah menegaskan bahwa Indonesia masih mampu menangani bencana Sumatra.
Hal tersebut diungkapkan Prabowo saat menceritakan ada sejumlah pimpinan negara sahabat yang menawarkan bantuan kepada Indonesia.
Prabowo pun mengapresiasi kepedulian tersebut, tetapi dia menegaskan bahwa Indonesia masih mampu menangani bencana secara mandiri.
“Saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan. Saya bilang terima kasih, konsen Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini,” tegas saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Kenapa Tak Kunjung Ditetapkan sebagai Bencana Nasional?
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, menanggapi terkait pihak-pihak yang hingga sekarang masih terus mempermasalahkan status bencana nasional Sumatra.
Teddy mengatakan, meski tidak ada penetapan status bencana nasional, penanganan bencana di 3 provinsi Sumatra tersebut sudah berskala nasional.
"Masih ada pihak-pihak yang terus saja membahas status bencana nasional. Jadi gini, bencana ini ada di tiga provinsi, ketiganya terdampak, tapi mungkin 1-2 minggu ini, semua fokusnya hanya ke Aceh," ungkapnya.
"Sejak hari pertama tanggal 26, pemerintah pusat sudah melakukan penanganan skala nasional di tiga provinsi ini, langsung mobilisasi nasional, mari kita fokus ke substansinya. Sudah ada 50 lebih pasukan di sana, TNI-Polri, 50.000 lebih pasukan di sana, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan-relawan banyak sekali," ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (19/12/2025), dikutip dari YouTube BNPB.
Teddy mengatakan, banyak pihak yang ingin ditetapkan status bencana nasional karena khawatir soal anggarannya.
Namun, kata dia, soal anggara tersebut sudah dijawab oleh Presiden Prabowo Subianto langsung, yakni menggunakan dana pusat sepenuhnya.
"Disampaikan Rp60 triliun sudah dikeluarkan secara berangsur untuk membangun kembali rumah sementara, rumah hunian tetap, fasilitas semuanya, gedung DPRD, kecamatan juga dan juga langsung seluruh bupati-wali kota 52 itu diberikan uang cash untuk di hari itu gitu," paparnya.
"Bila ada kebutuhan lain tinggal sampaikan pasti dikasih juga dan tentunya bantuan dari segala macam sudah masuk ke kabupaten itu," imbuh Teddy.
Kemudian terkait sarana dan prasarana, Teddy menjelaskan bahwa di lokasi bencana sudah diterjunkan banyak kapal hingga helikopter.
"Dibilang kalau tidak bencana nasional, sarana prasarana fasilitas tidak ada dari pusat. Sudah dijawab juga di lapangan, 100 lebih kapal, pesawat, helikopter sudah ke sana. Ada alat berat dari PU (Pekerjaan Umum) mungkin totalnya sekitar 1.000 mungkin, diangkut dari mana pun di Indonesia ini diangkut ke sana," ucapnya.