Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lirik Himne Hari Ibu yang Dinyanyikan pada 22 Desember 2025, Lengkap dengan Not Angka

Himne Hari Ibu biasanya dinyanyikan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ibu (PHI) pada 22 Desember.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Lirik Himne Hari Ibu yang Dinyanyikan pada 22 Desember 2025, Lengkap dengan Not Angka
KemenPPPA
LOGO HARI IBU 2025 - Tangkapan layar laman Buku Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 pada Minggu (21/12/2025). Himne Hari Ibu biasanya dinyanyikan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ibu (PHI) pada 22 Desember. 

Mengutip dari Buku Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, berikut susunan upacara Hari Ibu 2025:

  • Penghormatan umum kepada inspektur upacara, dipimpin oleh komandan upacara.
  • Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara bahwa upacara siap dimulai.
  • Pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih, diiringi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta.
  • Mengheningkan cipta, dipimpin oleh inspektur upacara.
  • Pembacaan naskah Pancasila diikuti oleh peserta upacara.
  • Pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945.
  • Pembacaan sejarah singkat Hari Ibu.
  • Menyanyikan Himne Hari Ibu.
  • Amanat inspektur upacara, searah dengan tema/subtema dan disesuaikan dengan ruang lingkup organisasi kemasyarakatan terkait.
  • Menyanyikan Mars Hari Ibu.
  • Pembacaan doa.
  • Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara, bahwa upacara telah selesai.
  • Penghormatan umum kepada inspektur upacara, dipimpin oleh komandan upacara.
  • Upacara selesai.

Sejarah Hari Ibu

Sejarah Hari Ibu di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari semangat kebangkitan nasional yang menguat pada akhir dekade 1920-an. 

Gaung Sumpah Pemuda serta berkumandangnya lagu Indonesia Raya dalam Kongres Pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 menjadi pemicu tumbuhnya kesadaran kolektif di kalangan perempuan untuk bersatu dan bergerak secara mandiri. 

Pada masa itu, organisasi perempuan masih banyak berada di bawah naungan atau berafiliasi dengan perkumpulan pemuda pejuang pergerakan nasional.

Didorong oleh semangat persatuan dan cita-cita kemerdekaan, para tokoh perempuan Indonesia kemudian menggagas terselenggaranya Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang berlangsung pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta. 

Kongres ini menjadi momentum penting dalam sejarah pergerakan perempuan. 

Salah satu hasil utamanya adalah lahirnya organisasi federatif yang berdiri mandiri bernama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI). 

Rekomendasi Untuk Anda

Melalui wadah ini, perempuan Indonesia menyatukan langkah perjuangan bersama kaum laki-laki untuk memperjuangkan martabat bangsa, sekaligus mengangkat derajat perempuan agar menjadi pribadi yang maju dan berdaya.

Seiring perkembangan zaman, PPPI mengalami perubahan nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII) pada tahun 1929. 

Baca juga: Link Download Logo Hari Ibu 2025 Resmi dari KemenPPPA, Lengkap dengan Maknanya

Perjuangan perempuan Indonesia terus berlanjut dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta pada tahun 1935. 

Kongres ini menghasilkan pembentukan Badan Kongres Perempuan Indonesia serta menegaskan peran strategis perempuan sebagai Ibu Bangsa, yaitu sosok yang bertanggung jawab dalam membentuk dan mendidik generasi penerus dengan jiwa kebangsaan yang kuat.

Tonggak sejarah berikutnya terjadi pada Kongres Perempuan Indonesia III yang digelar di Bandung pada tahun 1938. Dalam kongres tersebut, tanggal 22 Desember secara resmi ditetapkan sebagai Hari Ibu

Penetapan ini kemudian diperkuat oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur, yang ditetapkan pada 16 Desember 1959.

Pada tahun 1946, Badan Kongres Perempuan Indonesia berkembang menjadi Kongres Wanita Indonesia (KOWANI). Hingga kini, KOWANI tetap berperan aktif dalam memperjuangkan aspirasi perempuan dan menyesuaikan diri dengan dinamika serta tantangan zaman. 

Peristiwa bersejarah setiap 22 Desember menjadi simbol persatuan dan kesatuan gerakan perempuan Indonesia.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas