Sempat Kabur dan Diduga Tabrak Petugas saat OTT, Kasi Datun Kejari HSU Akhirnya Diserahkan ke KPK
Tri Taruna merupakan satu dari tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten HSU
Penulis:
Ilham Rian Pratama
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Pelarian Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara Tri Taruna Fariadi, akhirnya terhenti
- Tri kini resmi diserahkan ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
- Ia sempat lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (18/12/2025) lalu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelarian Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan, Tri Taruna Fariadi, akhirnya terhenti.
Setelah sempat lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (18/12/2025) lalu, Tri kini resmi diserahkan ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Baca juga: Jaksa KPK Limpahkan Perkara Wakil Ketua DPRD OKU Parwanto dkk ke PN Palembang
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, Tri Taruna tiba di markas lembaga antirasuah tersebut pada pukul 12.51 WIB.
Ia dibawa menggunakan mobil Toyota Innova Reborn berwarna hitam dengan pelat nomor dinas Kejaksaan.
Baca juga: Sosok Albertinus Napitupulu, Kepala Kejari HSU Ditangkap KPK karena Pemerasan, Baru Jabat 5 Bulan
Kedatangan Tri mendapat pengawalan super ketat.
Saat turun dari mobil, ia didampingi oleh sejumlah petugas Kejaksaan dan dua orang personel TNI berseragam lengkap yang membawa senjata laras panjang di dalam sarung.
Tri tampak mengenakan jaket berwarna biru gelap dengan wajah yang tertutup masker.
Ia langsung digiring masuk menuju lobi gedung untuk menjalani pemeriksaan di lantai dua.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Tri sebelumnya berhasil ditangkap oleh pihak Kejaksaan sebelum akhirnya diserahkan kepada penyidik KPK.
Bantah Tabrak Petugas
Di sela-sela langkahnya memasuki gedung KPK, awak media sempat mengonfirmasi insiden dramatis saat upaya penangkapannya di Hulu Sungai Utara, di mana ia diduga menabrak petugas KPK untuk meloloskan diri.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Tri memberikan bantahan singkat.
"Enggak pernah saya nabrak," ucap Tri Taruna kepada wartawan sebelum menghilang ke balik pintu pemeriksaan.
Pernyataan ini bertolak belakang dengan keterangan KPK sebelumnya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dan Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, sebelumnya mengonfirmasi bahwa tersangka melakukan perlawanan dengan memacu kendaraannya hingga mengenai personel di lapangan saat hendak disergap.