Arus Padat Jelang Natal 2025, Contraflow Tol Berlaku Saat Lalu Lintas Capai 5.500 Kendaraan/Jam
Skema yang disiapkan antara lain adalah pemberlakuan contraflow di jalan tol saat arus kendaraan meningkat signifikan.
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Korlantas Polri menetapkan ambang batas kepadatan kendaraan sebagai dasar penerapan rekayasa lalu lintas selama Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
- Agus Suryonugroho menjelaskan apabila lonjakan arus masih terus meningkat maka rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan secara bertahap
- Ketika volume kendaraan mencapai angka 6.400 kendaraan per jam maka contraflow akan diperluas menjadi dua lajur
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menetapkan ambang batas kepadatan kendaraan sebagai dasar penerapan rekayasa lalu lintas selama Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Skema yang disiapkan antara lain adalah pemberlakuan contraflow di jalan tol saat arus lalu lintas kendaraan meningkat signifikan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan penerapan contraflow dilakukan berdasarkan hasil traffic counting yang terpantau secara real time melalui command center. Parameter tersebut menjadi acuan utama sebelum dilakukan intervensi di lapangan.
"Parameter untuk melakukan rekayasa lalu lintas di tol itu tergantung dari traffic counting. Jika arus mencapai 5.500 kendaraan per jam secara berturut-turut di kilometer 50, kami akan melakukan intervensi contraflow satu lajur,” ujar Agus saat ditemui di Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/12/2025).
Agus Suryonugroho menjelaskan apabila lonjakan arus masih terus meningkat maka rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan secara bertahap.
Ketika volume kendaraan mencapai angka 6.400 kendaraan per jam maka contraflow akan diperluas menjadi dua lajur.
"Kalau naik lagi menjadi 6.400 kendaraan per jam, kita akan melakukan contraflow lajur dua. Ini semua dilakukan bertahap, sesuai kondisi di lapangan," katanya.
Agus menambahkan apabila contraflow satu dan dua lajur belum mampu mengurai kepadatan, Korlantas akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol untuk menerapkan skema lanjutan.
"Kalau masih ada bangkitan arus, nanti kami koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga apakah perlu dilakukan one way sepenggal, tahap pertama dari kilometer 70 sampai 188," ucapnya.
Menurut Agus, seluruh skema rekayasa lalu lintas tersebut disiapkan untuk memastikan kelancaran arus selama libur Nataru, khususnya di ruas-ruas tol utama yang menjadi jalur favorit masyarakat.
Pengambilan keputusan akan terus diperbarui berdasarkan data lapangan dan kondisi terkini.
"Semua ini bisa dikelola melalui command center. Jadi setiap perubahan arus bisa segera direspons, agar lalu lintas tetap aman dan terkendali selama Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru," pungkas Agus.
Prediksi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
- Pergerakan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang.
- Survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan meningkat sebesar 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.
- Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, Polri bersama sejumlah instansi terkait menggelar Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
- Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan, yang terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, serta 55.289 personel dari instansi terkait lainnya.
- Polri juga menyiapkan 2.903 posko yang terdiri dari 1.807 pos pengamanan, 763 pos pelayanan, dan 333 pos terpadu.
- Ribuan pos tersebut disiagakan untuk mengamankan 44.436 objek.
- Mulai dari gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga lokasi wisata dan perayaan malam tahun baru.
Baca tanpa iklan