Kompetensi Komunikasi Dinilai Penting Dukung Keberhasilan Misi Perdamaian
Implementasi kerja sama ini telah dimulai pada Jumat (19/12/2025) melalui pelatihan public speaking bagi peserta pelatihan Women Peacekeepers.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Kompetensi komunikasi dinilai berperan strategis dalam mendukung keberhasilan misi perdamaian internasional, terutama dalam membangun kepercayaan dan meredam konflik
- LSPR Institute menjalin kerja sama dengan PMPP TNI untuk memperkuat kapasitas komunikasi para peacekeepers melalui pendidikan dan pelatihan
- Kolaborasi ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan SDM dan keberhasilan misi perdamaian PBB.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kompetensi komunikasi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan misi perdamaian internasional. Dalam operasi penjaga perdamaian, kemampuan menyampaikan pesan secara tepat, empatik, dan lintas budaya menjadi kunci untuk membangun kepercayaan, meredam konflik, serta memperkuat hubungan antara pasukan perdamaian dan masyarakat setempat.
Founder & CEO LSPR Institute of Communication and Business, Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, mengatakan bahwa tantangan dalam misi perdamaian tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis dan keamanan, tetapi juga menyangkut dimensi sosial dan kemanusiaan. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki para peacekeepers.
Baca juga: Latar Belakang Menlu Sugiono, Lulusan Teknik Komputer di AS dan Pensiunan TNI Berpangkat Lettu
“Komunikasi yang efektif menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki para peacekeepers, baik dalam berinteraksi dengan komunitas lokal, pemangku kepentingan, maupun mitra internasional,” ujar Prita di sela kerja sama strategis dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI) di Markas PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Prita Kemal Gani dan Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Taufik Budi Santoso, S.Hub. Int., M.H.I., yang berlangsung di Markas PMPP TNI.
Momentum penandatanganan MoU juga dirangkaikan dengan kegiatan study visit ke PMPP TNI. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh pembelajaran langsung mengenai mekanisme United Nations Peacekeeping Operations (UNPKO), penerapan Hukum Humaniter Internasional, aturan pelibatan atau Rules of Engagement, serta bentuk kerja sama sipil-militer dalam situasi krisis.
Prita menambahkan, kolaborasi dengan PMPP TNI merupakan wujud komitmen LSPR Institute dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkontribusi bagi perdamaian dunia. Menurutnya, sebagai kampus komunikasi global, LSPR Institute tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga penguatan nilai kemanusiaan, kepemimpinan, dan diplomasi.
Implementasi kerja sama ini telah dimulai pada Jumat (19/12/2025) melalui pelatihan public speaking bagi peserta pelatihan Women Peacekeepers.
Pelatihan tersebut disampaikan oleh Rizka Septiana, dosen LSPR Institute, dengan fokus pada peningkatan kepercayaan diri, komunikasi strategis, serta kemampuan menyampaikan pesan dalam konteks misi perdamaian internasional.
Baca juga: Misi Perdamaian di Gaza, Polri Siap Kirim 350 Personel Brimob Terlatih
Sementara itu, Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Taufik Budi Santoso menyambut baik sinergi dengan LSPR Institute. Ia menilai kolaborasi dengan institusi pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapan personel misi perdamaian.
“Pembekalan kompetensi komunikasi sangat dibutuhkan para peacekeepers dalam menjalankan tugas di bawah bendera PBB. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, LSPR Institute dan PMPP TNI berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program kolaboratif yang mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran keilmuan, serta kontribusi nyata bagi keberhasilan misi perdamaian internasional.