Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

BNPB Targetkan Huntara untuk Warga Aceh Selesai Dibangun Sebelum Ramadan

Pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara untuk korban banjir di Provinsi Aceh selesai pada awal Februari 2026/sebelum Ramadan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in BNPB Targetkan Huntara untuk Warga Aceh Selesai Dibangun Sebelum Ramadan
Serambinews.com
BANJIR ACEH – Foto udara memperlihatkan banjir bandang merendam permukiman dan lahan sawah warga di Aceh Tengah, November 2025. Kejadian serupa di Kabupaten Bireuen merusak lebih dari 2 ribu hektare sawah dan memicu ancaman krisis pangan. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban banjir di Provinsi Aceh selesai pada awal Februari 2026 atau sebelum Ramadan.
  • Sambil menunggu huntara selesai dibangun, BNPB bersama Kementerian Sosial (Kemensos), TNI, dan Polri, sedang membangun pengungsian terpadu di sejumlah titik.
  • Bukan hanya huntara, pemerintah rencananya juga akan membangun hunian tetap untuk pengungsi Aceh.

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyebut, pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban banjir di Provinsi Aceh selesai pada awal Februari 2026 atau sebelum Ramadan.

"Nantinya semua hunian sementara itu kita targetkan bisa selesai sebelum tengah Februari atau sebelum awal Ramadan," tutur Abdul dalam konferensi pers secara daring, Selasa (23/12/2025).

Sambil menunggu huntara selesai dibangun, BNPB bersama Kementerian Sosial (Kemensos), TNI, dan Polri, sedang membangun pengungsian terpadu di sejumlah titik.

"Jumlah pengungsi itu masih banyak dan tenda yang saat ini tersedia tentu saja masih belum mencukupi. Ini masih terus kita dukung sehingga nantinya kita harapkan sambil berjalan pembangunan hunian sementara nanti titik-titik pengungsian terpadu seperti ini sudah bisa terbangun di beberapa titik daerah Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Benar Meriah, dan Aceh Tengah." 

"Di titik pengungsian terpadu seperti ini tentu saja ada layanan kesehatan, ada Kemenkes di situ, ada layanan psikososial, ada dapur umum oleh Kementerian Sosial dan seluruh entitas relawan yang kita harapkan nanti bisa menjadi tempat sementara bagi saudara-saudara kita," ungkapnya.

Bukan hanya huntara, pemerintah rencananya juga akan membangun hunian tetap untuk pengungsi Aceh.

Rekomendasi Untuk Anda

Pembangunan huntara dan hunian tetap rencanya dilakukan di Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, Gayo Lues, dan Pidie.

Jumlah Korban

Abdul Muhari mengatakan, pada Selasa kemarin ada penambahan korban meninggal dunia sebanyak enam jiwa imbas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Artinya korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor Sumatra totalnya kini menjadi 1.112 jiwa.

"Pada hari ini jumlah korban meninggal dunia bertambah enam jiwa. Sekali lagi ini pemerintah, pemerintah daerah, dan segenap entitas yang terlibat dalam operasi pemulihan ini mengucapkan simpati dan belasungkawa yang mendalam."

Baca juga: Update Korban Bencana Banjir Sumatra, BNPB: Ada 1.112 Orang Meninggal Dunia, 176 Masih Hilang

"Hari ini menjadi 1.112 jiwa dari tiga provinsi, yang artinya bertambah enam jiwa dari hari kemarin," ujarnya.

Selanjutnya untuk korban hilang bertambah satu orang sehingga totalnya menjadi 176 jiwa.

Jumlah 176 jiwa yang hilang ini masih terus dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

"Untuk korban hilang kita mendapat tambahan satu nama, sehingga hari ini terdapat 176 jiwa yang masih terus dilakukan pencarian dan pertolongan oleh Tim SAR Gabungan di tiga provinsi," jelas Abdul Muhari.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas