Soroti Kualitas Demokrasi, PAN Terbuka Soal Wacana Gubernur Dipilih DPRD
PAN terbuka terhadap wacana evaluasi mekanisme pemilihan kepala daerah, termasuk opsi pemilihan Gubernur melalui DPRD.
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menyatakan partainya terbuka terhadap evaluasi mekanisme pemilihan kepala daerah, termasuk opsi pemilihan gubernur melalui DPRD.
- Langkah ini dinilai sebagai upaya memperbaiki kualitas demokrasi yang saat ini banyak tercemar praktik politik uang.
- Eddy menegaskan tujuan utama pembenahan sistem pemilu adalah memastikan representasi masyarakat berjalan dengan baik dan menghasilkan demokrasi yang lebih kuat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyatakan pihaknya terbuka terhadap wacana evaluasi mekanisme pemilihan kepala daerah, termasuk opsi pemilihan Gubernur melalui DPRD.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya membenahi kualitas demokrasi yang saat ini dinodai oleh maraknya praktik politik uang.
Eddy menegaskan bahwa keterbukaan PAN terhadap berbagai opsi pembenahan sistem pemilu bertujuan agar representasi masyarakat benar-benar terlaksana dengan baik.
“Tujuan kita hanya satu, agar representasi masyarakat melalui sistem demokrasi bisa terlaksana dengan baik dan menghasilkan kualitas demokrasi yang semakin kuat,” ujar Eddy kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).
Wakil Ketua MPR RI itu menyoroti realitas pahit dalam pelaksanaan pemilihan langsung di Indonesia.
Menurutnya, hampir tidak ada tahapan pemilihan yang luput dari transaksi politik, mulai dari Pilkades hingga Pemilihan DPR RI.
“Kita harus jujur melihat bahwa money politics terjadi di semua level dan semua tahapan pemilihan langsung. Tidak ada yang benar-benar luput dari praktik ini,” kata Eddy.
Dia pun mengingatkan bahwa pejabat yang terpilih melalui politik uang cenderung tidak menjalankan amanah rakyat karena merasa telah melunasi kewajibannya di awal melalui transaksi tersebut.
Oleh karena itu, dia menekankan perubahan sistem harus dibarengi dengan penegakan hukum yang tegas dan pendidikan politik yang masif bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Eddy menilai opsi pemilihan tidak langsung melalui DPRD sebenarnya tidak menyalahi esensi demokrasi Indonesia. Sebaliknya, hal tersebut dinilai selaras dengan Pancasila.
“Pemilihan melalui DPRD sesungguhnya sejalan dengan semangat sila keempat Pancasila, yaitu musyawarah untuk mufakat. Ini adalah asas demokrasi Indonesia yang dirumuskan oleh para founding fathers kita,” pungkasnya.
Dia berharap perdebatan mengenai mekanisme pemilu ke depan tidak hanya berkutat pada masalah teknis, tetapi diletakkan dalam kerangka penguatan demokrasi Pancasila.
"Pada akhirnya, yang paling penting adalah memastikan hasil pemilu benar-benar mencerminkan kehendak rakyat dan melahirkan kepemimpinan yang berkualitas," pungkas Eddy.
PDIP: Perlu Dikaji Mendalam
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, menegaskan bahwa usulan pilkada melalui DPRD perlu dikaji secara mendalam.
Baca tanpa iklan