Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tanggal 25 Desember 2025 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Natal dan Lainnya

Terdapat 2 peringatan penting pada tanggal 25 Desember 2025 yaitu Hari Natal dan National Pumpkin Pie Day.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tanggal 25 Desember 2025 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Natal dan Lainnya
aceh.kemenag.go.id
KALENDER 25 DESEMBER - Tangkapan layar laman aceh.kemenag.go.id pada Kamis (25/12/2025). Terdapat 2 peringatan penting pada tanggal 25 Desember 2025 yaitu Hari Natal dan National Pumpkin Pie Day. 

Dari Jerman, tradisi pohon Natal muncul sebagai simbol kehidupan dan harapan. 

Kisah tentang Santo Nikolas dari Turki kemudian menginspirasi sosok Santa Claus yang dikenal ramah dan suka memberi hadiah. 

Kebiasaan bertukar kado, menyalakan lilin, menyanyikan lagu-lagu rohani, hingga mendekorasi rumah menjadi bagian dari perayaan yang membangun suasana hangat, penuh kasih, dan kebersamaan.

Hari ini, Natal dirayakan oleh berbagai denominasi dengan cara masing-masing. 

Gereja Katolik dan Protestan merayakannya setiap 25 Desember.

2. National Pumpkin Pie Day

Selain Hari Natal, akhir Desember juga kerap dikaitkan dengan perayaan dan tradisi yang melibatkan labu (pumpkin), terutama dalam bentuk pai labu. 

Meski National Pumpkin Day secara resmi diperingati pada tanggal lain, labu memiliki keterkaitan kuat dengan momen liburan akhir tahun, termasuk Natal, berkat sejarah panjangnya dalam budaya kuliner Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Secara etimologis, kata pumpkin berakar dari istilah Yunani kuno pepon, yang berarti buah besar. 

Istilah ini kemudian berkembang melalui berbagai bahasa Eropa hingga akhirnya dikenal luas dalam bahasa Inggris, dikutip dari National Today.

Labu sendiri telah dimanfaatkan oleh penduduk asli Amerika jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa. 

Ketika para pemukim awal tiba di Amerika Utara, mereka mengadopsi labu sebagai bahan pangan penting dan mulai mengolahnya menjadi berbagai hidangan sederhana.

Pada abad ke-17, olahan labu mulai terdokumentasi dalam buku-buku masak Eropa, khususnya di Prancis dan Inggris. 

Resep-resep tersebut terus berkembang, dengan penambahan rempah-rempah dan bahan pelengkap lain, hingga akhirnya membentuk cita rasa khas pai labu. 

Perkembangan ini mencapai titik penting pada akhir abad ke-18, ketika buku masak karya penulis Amerika memperkenalkan resep labu yang dipanggang dalam kulit pai, cikal bakal pai labu modern yang dikenal saat ini.

Kini, pai labu menjadi hidangan ikonik yang hadir dalam berbagai perayaan, mulai dari Halloween, Thanksgiving, hingga Natal. 

Kehadirannya melambangkan kehangatan, tradisi keluarga, dan rasa syukur, menjadikan labu sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya perayaan akhir tahun.

(Tribunnews.com/Farra)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas