Sekolah Rakyat Satukan Empati dan Harapan untuk Sumatra lewat Doa Lintas Agama
Doa bersama Sekolah Rakyat ini dipanjatkan agar masyarakat terdampak diberikan kekuatan, keselamatan, serta ketabahan dalam menghadapi musibah.
Editor:
Content Writer
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa doa bersama ini sekaligus menjadi penutup tahun yang penuh refleksi bagi Sekolah Rakyat.
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut mengatakan, selama kurang lebih lima bulan pelaksanaan, pengelolaan Sekolah Rakyat terus menunjukkan perkembangan positif. Anak-anak dibimbing sesuai minat dan bakat masing-masing, meskipun memiliki latar belakang kemampuan yang sangat beragam.
Mensos Gus Ipul juga menyampaikan bahwa sejumlah Sekolah Rakyat di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh sempat diliburkan akibat dampak bencana. Namun kondisi sarana prasarana relatif aman dan kini tengah dalam proses pembersihan.
“Tidak ada yang rusak permanen, alhamdulillah. Secepat mungkin akan kita pastikan aman agar proses belajar-mengajar bisa dimulai kembali,” tuturnya.
Menurut Gus Ipul, Pemerintah terus melaksanakan konsolidasi lintas kementerian dan lembaga dalam penanganan pascabencana. Langkah ini meliputi penyediaan hunian sementara, hunian tetap, serta paket pemberdayaan ekonomi bagi keluarga terdampak.
Doa bersama Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi penguat batin bagi masyarakat Sumatra serta menjadi pengingat bahwa seluruh anak bangsa berdiri bersama, saling mendoakan, dan bergotong royong menghadapi musibah.(*)